-->

Warga Surabaya Gaungkan Petisi untuk Abadikan Nama Gombloh

Komunitas pencinta Gombloh, Memories of Gombloh (Mogers) telah melayangkan tiga usulan resmi, yang meliputi penyematan nama Gombloh pada salah satu gedung di kompleks Balai Pemuda, pemberian nama Jalan Gombloh, dan penetapan tanggal 12 Juli (hari kelahiran Gombloh) sebagai Hari Musik Surabaya

Sebuah gerakan untuk memberikan penghormatan tertinggi bagi mendiang musisi legendaris Gombloh kian menguat di Kota Pahlawan. Sebuah petisi daring pun diluncurkan, mengajak warga Surabaya untuk bersama-sama mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengabadikan nama maestro yang akrab dengan lagu "Kebyar-Kebyar" itu menjadi nama jalan atau gedung.

Gombloh, yang memiliki nama asli Soedjarwoto Soemarsono, bukanlah sekadar musisi besar. Lahir di Jombang pada 14 Juli 1948 dan besar di Surabaya, ia adalah seorang pionir yang dengan lihai memadukan elemen seni musik Indonesia dengan lirik-lirik yang sarat akan pandangan sosial dan kemanusiaan . Karya-karyanya, seperti "Berita Cuaca" yang mengangkat isu ekologi dan "Kebyar-Kebyar" yang sarat nasionalisme, telah menjadi bagian dari identitas musik Indonesia dan menginspirasi banyak generasi . Bahkan, "Kebyar-Kebyar" dinobatkan sebagai lagu Indonesia terbaik kedua sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2009.

"Gombloh telah mengukir sejarah dengan karya-karya fenomenal. Lagu-lagunya seperti 'Kami Anak Negeri Ini', 'Merah Putih', dan 'Kebyar-Kebyar' adalah bukti nyata kontribusinya bagi bangsa," demikian isi ajakan dalam petisi yang beredar.

Baca juga: Merawat Musik Gombloh, Menyalakan Kembali Semangat Indonesia

Seruan ini datang bukan tanpa alasan. Selama ini, meski namanya harum di kancah nasional, apresiasi nyata dari kota yang sangat dicintainya, Surabaya, masih dirasa belum sepadan. Patung perunggu dirinya yang pernah menjadi ikon di Taman Hiburan Rakyat (THR) pun kini harus "numpang" di kawasan Tugu Pahlawan setelah THR direvitalisasi .

Petisi yang dapat diakses melalui https://c.org/B4VGMSGSdP ini mengusulkan agar nama Gombloh diabadikan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghargaan tulus sekaligus simbol kehormatan bagi semua seniman yang telah menginspirasi bangsa.

Komunitas pencinta Gombloh, Memories of Gombloh (Mogers), bahkan telah melayangkan tiga usulan resmi, yang meliputi penyematan nama Gombloh pada salah satu gedung di kompleks Balai Pemuda, pemberian nama Jalan Gombloh, dan penetapan tanggal 12 Juli (hari kelahiran Gombloh) sebagai Hari Musik Surabaya.

Baca juga: Dari Dapur ke Literasi: Pendokumentasian Kuliner Tradisional sebagai Warisan Budaya

Dukungan juga datang dari DPRD Surabaya dan DKS yang menyarankan opsi paling realistis, yaitu memberikan nama Gombloh pada jalan baru. Hal ini dinilai lebih praktis untuk menghindari proses birokrasi yang panjang dan rumit jika harus mengganti nama jalan yang sudah ada .

"Memberikan contoh nyata bahwa Surabaya menghargai anak bangsanya," demikian isi imbauan petisi. Tanda tangan masyarakat diharapkan dapat menjadi dorongan kuat bagi Pemkot Surabaya untuk segera mewujudkan penghargaan ini, sekaligus memberikan motivasi bagi generasi muda dan seniman masa depan bahwa kerja keras serta kreativitas tidak akan pernah diabaikan oleh masyarakatnya.

Latifah/Melipirnews

Posting Komentar

0 Komentar