-->

Maxxie Wang Jelaskan Alasan Orang China Miliki Banyak Nama

 Di China, satu orang memiliki banyak nama adalah hal lumrah

Misalnya, Konfusius. Tokoh ini dikenal memiliki atau diberikan banyak nama antara lain Kong Zi, Kong Zong Ni, dan Zhi Sheng Xian Shi dan beberana nama lain. 

Maxxie Wang menjelaskan nama Konfusius

Maxxie Wang, anak muda dari China dalam unggahan videonya baru-baru ini memberi penjelasan. Nama dalam Bahasa Mandarin disebut Ming. 

"Secara umum, kita punya tiga jenis nama. Dan secara budaya kita terbiasa menggunakan nama yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Saya rasa ini salah satu alasan kenapa banyak orang di China begitu santai dalam memakai nama Inggris saat berbicara dengan orang asing," terangnya.

Baca juga: Mengenal Danwei, Ikatan Sosial Masyarakat China Bernafaskan Proletarian dan Egalitarian

Dia sendiri merasa jauh lebih nyaman menggunakan nama Inggris saat dirinya berbicara dalam bahasa Inggris. Baginya, terasa terdengar tidak alami kalau menyelipkan nama China-nya. Dirinya merasa jauh lebih mudah menggunakan nama Inggris. Lebih-lebih, penutur bahasa Inggris akan kesulitan mengucapkan nama China-nya.

Fakta lain menyangkut soal ejaan. Bunyi ejaan saja tanpa nada yang tepat dan karakter yang benar akan menyulitkan bagi orang China untuk memahaminya jika namanya diucapkan oleh orang lain yang non-China.. 

"Misalnya, kalau kamu pernah belajar sejarah China atau membaca novel Wuxia atau menonton drama Wuxia,  kamu mungkin sudah memperhatikan bahwa seseorang bisa dipanggil dengan banyak nama yang berbeda.  Ini bukan karena mereka pergi ke suatu tempat menyamar jadi mereka membuat nama palsu untuk diri mereka sendiri. Bukan seperti itu. Semua nama itu adalah nama resmi yang diakui oleh semua orang," imbuhnya.  

Ia juga menyontohkan nama Konfusius. Tokoh ini memiliki beberapa nama. Ia bisa dipanggil Kong Zi, Kong Zong Ni, Zhi Sheng Xian Shi dan beberapa nama lainnya.  Semua nama tersebut adalah resmi dan lengkap.

Maxxie menambahkan, orang di luar China sering hanya mengetahui istilah nama dalam Bahasa Mandarin adalah ming zi saja. Namun sebenarnya, secara tradisional, ming dan zi adalah dua hal yang berbeda. Setiap orang China mempunyai ming sendiri dan hal itu adalah paling dekat dengan konsep 'name' dalam bahasa Inggris. Masih ada lagi, yaitu mereka mempunyai zi yang artinya juga nama, namun digunakan untuk tujuan yang berbeda. 

"Dan tidak hanya ada dua jenis ini. Sebenarnya ada tiga. Kita punya ming, zi, dan hao. Dan ini umum pada zaman dahulu. Ming ini adalah yang paling asal dan menjadi nama formal kita. Ming ini diberikan oleh orang tua atau orang tua lainnya dalam keluarga ketika kita lahir. Biasanya orang tua dalam keluargamu memanggilmu dengan nama ini. Nama ini biasanya  ditempatkan setelah nama keluarga mereka yang ditempatkan paling awal," lanjutnya. 

Pemberian banyak nama ini dulunya merupakan praktik standar di antara keluarga cendekiawan atau keluarga kaya atau bangsawan. Ketika seseorang beranjak menjadi dewasa, ia akan pergi ke masyarakat dan menggunakan nama dewasanya agar orang lain memanggil seperti itu. Orang-orang dari generasi maupun tingkatan yang sama dalam hierarki biasanya saling memanggil dengan nama tersebut untuk menunjukkan kesopanan. 

Baca juga: Bissu di Antara Panggilan Spiritual dan Tekanan Zaman

Maxxie juga menyebutkan orang China mempunyai budaya yang membuat mereka tidak nyaman mendengar nama asli mereka, apalagi nama lengkap. "Jadi, kita menciptakan banyak cara untuk menghindari menyebut nama asli seseorang. Dan zi di sini berfungsi untuk tujuan itu. Saya pernah melihat beberapa teks bahasa Inggris yang menerjemahkannya sebagai nama kehormatan atau courtesy name," terangnya. 

Zi diperoleh tatkala seseorang sudah memasuki usia dewasa. Zi sebagai nama ini juga digunakan di tengah masyarakat. Zi juga sama seperti ming, biasanya didapatkan dari orangtua atau orang yang lebih tua dalam keluarga. Maknanya  biasanya terkait atau mempertegas ming. Banyak zi dirancang untuk menjadi anotasi atau petunjuk pendukung bagi ming. 

"Jadi, mungkin, ming mengekspresikan beberapa aspirasi orang tua terhadap anak, tapi mereka tidak bisa mengekspresikan semua aspirasinya dalam ming. Jadi, ketika mereka kemudian membuat (nama di) zi, mereka mengekspresikan sisanya di zi. Atau bisa juga karena ming terlalu sulit untuk dipahami. Itu membutuhkan banyak penjelasan. Jadi, mereka menggunakan zi sebagai penjelasan," paparnya. 

Namun lucunya, kadang zi juga digunakan karena mereka tidak suka dengan ming. Mereka mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat sesuatu yang baru. Hal ini dimungkinkan karena jenis nama zi seperti ini diberikan setelah beranjak dewasa. Lagi pula, nama zi ini juga digunakan setelah nama keluarga untuk menjadi nama lengkap.

Baca juga: Panda di Luar China Diberi Nama dan Fakta Lainnya

Jenis ketiga adalah hao. Penamaan ini yang paling bebas dan orang China bisa memiliki beberapa hao untuk tujuan yang berbeda-beda. Seseorang diperbolehkan membuat hao untuk dirinya sendiri atau bisa juga diberikan oleh orang lain. 

"Dulu, ini adalah praktik umum di kalangan kaum intelektual untuk membuat hao bagi diri mereka sendiri. Mereka menggunakannya untuk mengekspresikan kepribadian, aspirasi, gaya hidup, atau bahkan pemikiran filosofis mereka. Misalnya, ada salah satu penyair paling terkenal di Tiongkok yang menggunakan nama Qing Lian Ju Shi (pertapa teratai hijau). Praktik pengunaan nama sendiri ini masih berlaku di China walaupun tidak lagi semeriah dulu," jelasnya.

Melipirnews

Posting Komentar

0 Komentar