Postingan

BARU RILIS

Warga Myanmar Pelintas Batas: Perjuangan Diam-diam Mempertahankan Ruang Aman di Tengah Konflik

Gambar
Bayangkan suatu hari, kata "keluarga", "gotong royong", atau "musyawarah" tiba-tiba dilarang diucapkan di depan umum. Bukan karena kata-kata itu jahat, tetapi karena rezim yang berkuasa menganggapnya sebagai ancaman Itulah yang dirasakan oleh para pembela hak perempuan dan kelompok rentan lainnya di Myanmar saat ini. Mereka masih bisa bernapas, tetapi tidak bisa bersuara. Masih bisa bergerak, tetapi harus sembunyi-sembunyi. "Kami tidak memiliki banyak orang di dalam negeri yang masih bisa bekerja, tetapi kami memiliki beberapa orang yang sangat, sangat berani di dalam," ujar seorang perwakilan organisasi masyarakat sipil Myanmar kepada peneliti Asia Centre. Mereka menyebut diri mereka "pekerja sosial" atau "organisasi kemasyarakatan" biasa. Seperti rumput ilalang yang tetap tumbuh meski terus ditebas. Ketika UU Teror Menghantam Aktivis Perlindungan Perempuan Coba bayangkan UU Terorisme di Indonesia digunakan untuk menangkap ak...

Fakta Unik dan Menyentuh Seputar Piala Dunia

Gambar
Turnamen sepakbola antar negara sedunia (world cup) akan segera digelar. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Pertandingan pertama akan dilangsungkan di Kota Meksiko pada 11 Juni dengan tuan rumah menghadapi Afrika Selatan di Stadion Azteca. Karena perluasan turnamen – dari 32 tim menjadi 48 – acara yang berlangsung selama 39 hari ini akan menjadi turnamen Piala Dunia yang terpanjang dalam sejarahnya. Sementara itu, AS akan menjadi tuan rumah final, yang akan dimainkan di Stadion MetLife di New Jersey.  Ilustrasi pendukung Braszil (sumber: freepik.com) AS akan menyelenggarakan pertandingan di 11 lokasi: Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New Jersey/New York (wilayah tuan rumah bersama), Philadelphia, Seattle, dan San Francisco. Kanada akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan secara total, dibagi antara Toronto dan Vancouver. Meksiko juga akan mendapatkan 13 pertandingan, yang akan dimainkan di Kota Meksiko, Guadalajara, dan Mon...

Waisak di Tengah Akar Jawa: Ketika Umat Buddha Jatimulyo Menemukan Tradisi Baru

Gambar
Setiap tahun, umat Buddha memperingati Waisak—trisuci kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Di Indonesia, perayaan ini identik dengan pradaksina (berjalan mengelilingi) Candi Borobudur, pembagian air berkah, dan lampion. Namun, di sebuah desa kecil di Yogyakarta, ada cara unik merayakan ajaran Buddha, yaitu dengan kebaya, surjan lurik, belangkon, dan ritual menanam pohon. Di Desa Jatimulyo, Kulon Progo, sekitar 600 umat Buddha Jawa tidak memisahkan identitas keagamaan dan kebudayaan mereka. Sebaliknya, menurut Jayanti dan Yulianti (2026) dalam studi Rural Buddhist Agency in Contemporary Indonesia , mereka secara aktif menciptakan sebuah tradisi baru yang sepenuhnya Buddha namun sepenuhnya Jawa: Tribuana Manggala Bhakti. Lahirnya Tribuana Manggala Bhakti Buddha masuk ke Jatimulyo bukan melalui biku besar atau organisasi nasional, tetapi melalui seorang tokoh spiritual lokal bernama Mbah Slamet pada tahun 1960-an. Setelah peristiwa politik 1965, Mbah Slamet menyarankan warga ya...

Menimbang Keadilan Sosial di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Gambar
Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati lahirnya Pancasila. Bukan sekadar upacara bendera atau pembacaan teks Saatnya menanyakan satu hal, apakah sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", benar-benar bekerja dalam kebijakan publik? Ambil contoh program unggulan pemerintah belakangan ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara ideologis, program ini sangat Pancasilais. Negara hadir untuk memberi makan anak-anak yang kekurangan gizi. Namun di lapangan, ceritanya tak selalu indah. Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Mimbar Keadilan pada Februari 2026 mengungkap fakta mencolok. Dalam delapan bulan pertama pelaksanaan MBG, Shintia Lailatul Firdaus dan Siti Dwi Astuti mencatat lebih dari 7.000 anak sekolah mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program tersebut. Angka ini bukan sekadar catatan, melainkan alarm. Mereka menyebut kondisi tersebut sebagai paradoks keadilan. Program yang dibuat untuk memberi malah menimbulkan risiko kese...

Mengapa Pasar Saham "Dingin" Saat Idul Adha?

Gambar
Setiap tahun, saat Idul Adha tiba, pemandangan yang paling khas adalah deretan hewan kurban dijual di pinggir jalanan, lalu saat tiba hari raya Idul Adha, hewan tersebut dipotong dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat Secara logika, lonjakan konsumsi daging ini seharusnya menjadi berkah bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pangan, ritel, dan restoran. Namun,  apakah euforia kurban ini juga membuat pasar saham ikut bergairah? Jawaban dari sebuah penelitian akademik ternyata cukup mengejutkan: tidak sama sekali.  Sebuah penelitian dari Universitas Lampung yang terbit di jurnal Indikator: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis pada Agustus 2025 lalu mencoba mengupas perilaku investor saat hari raya. Para peneliti, Khothibul Umam Hassan dan Trijoko Prasetyo, mengamati 70 perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2022, dengan fokus pada sektor barang konsumsi yang biasanya paling terpengaruh oleh musim belanja. Hasilnya menunjukkan, dua hari raya ...

Gedung Megah Kampus Buddhis Bukan Pajangan, Tapi Tempat Lahirkan Gagasan

Gambar
Ketua Yayasan Dhammadipa Arama, Bhante Jayamedho, menjelaskan bahwa istilah tersebut sengaja dipilih karena mengandung filosofi "ndeprok", yaitu menghadap guru untuk belajar dan mendengarkan ajaran kebijaksanaan Suasana khidmat menyelimuti kawasan Padepokan Dhammadipa Arama (PDA), Kota Batu, Sabtu siang (16/5/2026). Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa,  yang berada di lingkungan PDA, secara resmi meresmikan Gedung Nāyaka Kertarajasa, sebuah fasilitas baru yang dirancang untuk mendukung pengembangan pendidikan Buddhis yang modern, nyaman, dan berkualitas. Bhante Jayamedho (Dok. Istimewa) Peresmian ditandai dengan tari puja, pemotongan pita oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriadi, M.Pd., penandatanganan prasasti, serta pemercikan air suci. Acara juga diisi dengan penyerahan cenderamata kepada para tokoh penting dan pengulangan Patimokkha oleh para bhante. Filosofi dan Tujuan Utama Gedung Nāyaka Kertarajasa Pembangunan Ge...

Konferensi Ulama Perempuan 'Aisyiyah Tegaskan Otoritas Intelektual Perempuan dalam Keilmuan Islam

Gambar
Konferensi dan Silaturahim Nasional (Silatnas) Ulama 'Aisyiyah, yang berlangsung di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (18/5/2026), menandai pengakuan dan penguatan atas peran intelektual ulama perempuan di kalangan Muhammadiyah Forum yang diikuti lebih dari 300 ulama perempuan ini merumuskan sejumlah kerangka keilmuan strategis, termasuk lima karakter ulama dan perluasan Maqashid Syariah. Sebagai orang alim, bentuk tunggal dari ulama, ulama perempuan juga memiliki otoritas dalam memahami, menafsirkan, dan merumuskan hukum Islam. Berbeda dengan sekadar peran sosial atau aktivisme dakwah, konferensi ini secara eksplisit membangun pengakuan atas kapasitas ijtihad kolektif perempuan.  Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Dr. Siti Aisyah, M.Ag., menyampaikan keprihatinan bahwa selama ini karya dan suara ulama perempuan belum sepenuhnya menjadi rujukan keilmuan. "Ulama perempuan telah banyak menulis, tapi tulisannya belum jadi rujukan. Ulama perempuan su...

Kopi, Dipopulerkan Para Sufi Hingga Filsof Sir Francis Bacon

Gambar
Kopi Arabica diketahui berasal dari Ethiopia, negara yang sempat dilanda kelaparan dan konflik bersenjata antara tahun 1970an hingga 1980an. Diperkirakan budidaya kopi di sana telah dimulai sekitar 1.500 silam Kalangan sejarawan meyakini biji kopi pertama kali dibawa dari hutan kopi di Ethiopia Barat Daya ke Yaman. Di negeri ini, biji tersebut dibudidayakan kembali dan lantas diperdagangkan. Setelah beberapa masa berdiam di Yaman, menjelang akhir 1600-an, pohon kopi telah meninggalkan Yaman dan mulai ditanam di India. Biji-biji ini kemudian menghasilkan perkebunan kopi di wilayah Mysore yang pada waktu itu dikenal sebagai Malabar.  Sumber: freepik.com Belanda mengirim biji pada tahun 1696 dan 1699 dari pantai Malabar di India ke Batavia. Belanda sebelumnya telah mencoba memperkenalkan biji kopi langsung dari Yaman ke Batavia pada tahun 1690, namun tanaman yang dihasilkan mati pada tahun 1699 setelah terjadi gempa bumi. Diperkirakan, pergerakan kopi menyebar ke seluruh dunia berasal...

Petani di Depok Panen Uwi Berukuran Jumbo

Gambar
Waluyo, seorang petani di kawasan Sawangan, Depok baru-baru ini mengunggah hasil panen tanaman uwi-nya. Hasilnya cukup mencengangkan. Selain jumlahnya banyak, juga bentuk uwi-nya besar-besar Tangan terampilnya memang tidak bisa tinggal diam. Menjadi petani dan peternak merupakan kesenangannya, walaupun lahan yang diolahnya merupakan lahan fasilitas umum yang disediakan pihak pengembang di kawasan komplek perumahan di mana ia tinggal. Job bidang jaringan kabel kantor model Private Automatic Branch Exchange (PABX), teknologi jaringan komunikasi antarruang dan divisi perkantoran elite yang dulu sempat membuatnya sibuk, pun semakin sepi. Semenjak android dan telephone pintar tersebar secara luas, tangan dan peralatannya pun tak ramai lagi yang memanggil. Jasanya pun semakin kurang dibutuhkan.  Waluyo, petani pembudidaya tanaman uwi (istimewa) Selama beberapa tahun ini, seiring dengan pudarnya kejayaan PABX, pria asal Banjarnegara ini pun mulai berkutat dengan aneka ternak dan tanaman ...

Jadi Nama Rumah Sakit dan Jalan, Tapi Kurang Sepopuler Cut Nyak Dien

Gambar
Bulan Mei ini diperingati sebagai Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia. Di tengah peringatan itu, nama Teungku Fakinah muncul sebagai salah satu sosok yang begitu penting, namun nyaris terlupakan "Mengenang ulama perempuan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi merawat pengetahuan dan perjuangan yang tetap relevan hingga hari ini." Kalimat itu menjadi benang merah dalam Diskusi Serial Biografi Ulama Perempuan Indonesia #9 yang digelar baru-baru ini. Sosok yang dibicarakan adalah Teungku Fakinah, ulama perempuan Aceh yang namanya nyaris tenggelam, padahal ia tak hanya mendirikan pesantren, tetapi juga memimpin pasukan perang. Siapa dia? Teungku Fakinah adalah ulama perempuan dari Aceh yang hidup pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Dia tidak hanya mendirikan dayah (pesantren), tetapi juga memimpin perlawanan bersenjata melawan penjajah Belanda. Dalam sebuah diskusi  yang digelar oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan AMAN Indonesia, Minggu (10/5/2026)...

Membaca Krisis Air Lewat Folklor dan Ekoteologi

Gambar
Cekungan purba yang diapit oleh Gunung Kawi, Butak, Kelud, Arjuno, Welirang, dan Tengger menjadikan Malang Raya sebagai hulu daerah aliran Sungai Brantas Secara geologis, wilayah ini menyimpan kekayaan mata air yang luar biasa. Kebutuhan air Kota Malang bergantung pada sumber mata air dan sumur. Namun, ironi mulai terlihat, yaitu debit mengecil, kualitas menurun, dan beberapa sendang seperti Sumber Alur mulai mati. Di tengah realitas itu, ruang kuliah Kajian Agama-Agama Semester II Program Studi Agama-Agama Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa menjadi ruang kontemplasi menyelami realitas melalui pemutaran film dokumenter Tirta Carita: Sendang Malang di Cekung Gunung. Film yang dapat diakses melalui YouTube ini mengingatkan bahwa yang lebih mengerikan daripada mengeringnya sendang adalah mengeringnya kesadaran manusia terhadap kehidupan. Sendang Bukan Sekadar Air, Melainkan Ruang Sakral Sepanjang durasinya, Tirta Carita mengeksplorasi hubungan mendalam antara aspek ekologis dan waris...

Hilirisasasi Jamu yang Tersekat di Meja Resep

Gambar
Siapa yang belum pernah mendengar produsen jamu Sidomuncul, Nyonya Meneer, Jamu Jago dan lain-lain?  Perusahaan-perusahaan itu merupakan produsen obat-obatan herbal tradisional yang telah berhasil menembus pasar nasional, bahkan global. Namun apakah keberadaannya sudah diakomodir oleh para tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit? Apakah kedudukannya telah sejajar dengan obat-obatan kimia modern? Hal ini masih menjadi persoalan lain yang sampai hari ini menjadi tanda tanya besar.  Ilustrasi obat-obatan herbal fitofarmaka. Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/ Masyarakat Indonesia sudah terlanjur mengakrabi modal kesehatan plural, yakni mengombinasikan sistem pengobatan tradisional, pengobatan transisional dan sistem pengobatan modern. Namun makin ke sini, sepertinya sistem pengobatan tradisional masih belum banyak kemajuan.  Fitofarmaka Memenuhi Standar BPOM Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keama...

Bukan Sekadar Bikin Konten, K-Book Content Camp di Malang Cetak Kreator Literasi Digital yang Kena di Hati

Gambar
Dunia literasi digital kini tak lagi sekadar tempat berbagi rekomendasi buku Kehadiran K-Book Content Camp di Malang Creative Center (MCC) pada Minggu (3/5/2026) membuktikan bahwa menjadi kreator konten buku telah bertransformasi menjadi ekosistem yang utuh. Dari hobi membaca, menghasilkan pendapatan, hingga membangun komunitas yang sehat. Acara yang diikuti 40 peserta ini menghadirkan narasumber Kak Rani Galuh (@rani.reading), full time bookstagrammer. Bootcamp ini mengupas tuntas strategi mengubah cerita dalam buku menjadi konten digital yang tak lekang oleh algoritma. Dari Pembaca Jadi Kreator: Belajar Storytelling ala Literatur Korea Peserta diajak memahami cara mengulik sudut pandang cerita sebagai kreator, meramu wawasan dari bacaan menjadi ide-ide konten yang segar, serta menyajikan konten yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga memiliki karakter personal yang kuat. Kak Rani menekankan bahwa menjadi teman bagi audiens jauh lebih efektif daripada sekadar bertindak sebagai ...

Menjaga Jiwa Pendidikan Seni di Tengah Transformasi Digital dan Birokrasi Kampus

Gambar
Rasa haru dan semangat perubahan menyelimuti Ruang Teater Mini Adnan Ganto, Perpustakaan Abdullah Ali, Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (2/5/2026) Akademisi, budayawan, dan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia hadir secara luring dan melalui layar Zoom, untuk satu tujuan besar, yaitu memastikan pendidikan seni tidak kehilangan jiwanya di tengah gempuran transformasi pendidikan tinggi nasional. Diskusi Nasional Pendidikan Seni se-Indonesia yang digagas Inkubator Seni USK ini berlangsung hangat, kritis, namun penuh haru. Bukan sekadar perbincangan akademik, forum ini menjadi ruang refleksi untuk mempertanyakan Kembali, apakah seni di kampus saat ini masih membentuk manusia, atau hanya mengejar angka kredit? Seni Bukan Komoditas, Tapi Jantung Kebudayaan Salah satu pemikiran paling mengemuka datang dari anggota Komisi Kebudayaan AIPI, Prof. Melani Budianta. Dalam paparannya, ia melontarkan kritik tajam terhadap "formalisme" pendidikan seni. Prof. Melani menegaskan agar p...

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Petani di Depok Panen Uwi Berukuran Jumbo

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Gedung Megah Kampus Buddhis Bukan Pajangan, Tapi Tempat Lahirkan Gagasan

Kopi, Dipopulerkan Para Sufi Hingga Filsof Sir Francis Bacon

Membaca Krisis Air Lewat Folklor dan Ekoteologi

Sekolah Rakyat Diperuntukkan Bagi Kaum Miskin

Kopi, Chai Latte, dan Kecerdasan Buatan: Bisakah AI Membaca Perasaan Kita pada Suatu Tempat?

Bukan Sekadar Bikin Konten, K-Book Content Camp di Malang Cetak Kreator Literasi Digital yang Kena di Hati

Jadi Nama Rumah Sakit dan Jalan, Tapi Kurang Sepopuler Cut Nyak Dien

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih