Postingan

BARU RILIS

Dari Kitab Kuning ke Sistem Nasional: Jalan Panjang Pesantren Mencari Pengakuan

Gambar
Jutaan santri di Indonesia belajar setiap hari, menghafal sebagian isi dan memahami kitab, mengikuti pengajian berjam-jam, dan menempuh pendidikan bertahun-tahun Namun ketika mereka lulus, tidak sedikit yang mendapati bahwa negara nyaris tidak “mengenali” mereka dalam sistem pendidikan maupun dunia kerja.  Kalender yang diterbitkan oleh pesantren yang biasanya terpampang di ruang tamu keluarga santri (dok. Melipirnews) Temuan inilah yang mengemuka dalam laporan Konferensi Pendidikan Pesantren yang dipublikasikan Januari 2026.  Dokumen ini membuka jurang antara realitas pendidikan pesantren dan administrasi negara. Baca juga: Kampus Berdampak: Ketika Akademisi dan Masyarakat Bersinergi Menciptakan Solusi Nyata Dokumen berjudul Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu yang Berkeadilan itu menjadi peta masalah yang selama ini jarang terlihat publik, yaitu jutaan santri dan ratusan ribu guru pesantren hidup di luar sistem administrasi pend...

Bissu di Antara Panggilan Spiritual dan Tekanan Zaman

Gambar
"Ada Bissu yang rela dipenggal dan tidak mau meninggalkan identitasnya," tuturnya lirih di hadapan peserta yang hadir secara daring, Sabtu (14/2/2026) pagi Suara Puang Matoa Ancu bergetar. Pemimpin para Bissu di Kabupaten Bone ini sedang membuka lembar kelam sejarah yang nyaris terlindas zaman: peristiwa Mapatoba, saat para leluhurnya dipaksa memilih antara mati atau meninggalkan ritual yang dituding musyrik. Momen diskusi buku ini adalah ruang langka bagi para Bissu untuk bersuara di tengah tekanan yang tak kunjung reda. LETSS Talk bersama Kerukunan Waria Bissu Sulawesi Selatan (KWRSS) menggelar Feminist Book on Facebook seri ke-18, membedah buku berjudul "Menerjang Batas Modernisasi: Studi Penerimaan Masyarakat dan Daya Lenting Bissu dalam Menghadapi Perubahan" yang terbit setahun lalu. Peristiwa Kelam yang Hampir Terlupakan Momen paling mengharukan datang saat Puang Matoa Ancu, sesepuh Bissu dari Bone, menceritakan peristiwa Mapatoba. Di masa lalu, para Bissu dip...

Untung Ekspor ke AS, Buntung di Dalam Negeri

Gambar
Dinamika hubungan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat dalam sepekan terakhir bagaikan roller coaster .  Di satu sisi, peluang ekspor ke pasar raksasa itu membuka lebar. Di sisi lain, ancaman ketergantungan impor dan tergerusnya kedaulatan industri dalam negeri mengintai di depan mata. Pada 19 Februari 2026, Indonesia dan AS menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam perjanjian yang diteken di tengah gejolak politik dagang AS ini, Washington menghapus bea masuk untuk 1.819 produk Indonesia, mulai dari minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga tekstil. Namun, di balik gebyar akses pasar itu, Institute for Economic and Social Research (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, melalui Pusat Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global, mengupas fakta pahit yang luput dari sorotan. Fakta yang Tersembunyi di Balik Perjanjian Analisis tim peneliti yang terdiri dari Christina Ruth Elisabeth, Moham...

Polemik Chattra Borobudur: Mencari Titik Temu dalam Tata Kelola Warisan Dunia

Gambar
Wacana pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur kembali mengemuka dan memicu diskusi hangat di kalangan akademisi, arkeolog, komunitas pelestari, serta pemangku kepentingan lainnya. Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menggelar webinar pada Senin (9/2/2026) untuk membahas polemik ini dari berbagai perspektif keilmuan, menghadirkan para pakar arkeologi, arsitektur, filsafat, hingga perwakilan praktisi spiritual. Rencana pemasangan chattra memunculkan perdebatan akademik yang konstruktif mengenai arah pelestarian cagar budaya berstatus warisan dunia. Di satu sisi, pemerintah menyampaikan bahwa rencana ini bertujuan memperkuat dimensi spiritual dan fungsi Borobudur sebagai living heritage, sejalan dengan meningkatnya aktivitas keagamaan dan wisata religi. Di sisi lain, sejumlah akademisi mengingatkan pentingnya mematuhi prosedur ilmiah dan komitmen internasional yang telah diratifikasi Indonesia. Perbedaan Pandangan dalam Kerangka Pelestarian Warisan Dunia Dr. Daud Aris T...

Nyadran Masyarakat Etnis Jawa di Ranah Melayu Jambi

Gambar
Jelang Ramadhan, komplek pemakaman di Pulau Jawa biasanya ramai dengan kunjungan warga. Mereka para  kerabat dekat mendiang yang dimakamkan di situ melakukan ritual nyadran, ataupun nyekar dalam bahasa Jawa. Bagaimana dengan orang keturunan Jawa di luar Jawa? Masyarakat keturunan Jawa di desa Sukamaju, kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi ternyata juga masih melestarikan tradisi seperti ini. Awal kedatangan leluhur mereka dari Jawa tercatat tahun 1978. Beberapa gelombang kedatangan mereka dari Jawa berlangsung sejak tahun itu.  Sukamaju, nama sebuah desa Rimbo Ulu yang dulu dikenal dengan nama Unit 8. Penyebutan nama ini tidak kalah populer di kalangan warga eks transmigran Rimbo Bujang hingga kini. Jalan-jalan di wilayah ini dinamakan sesuai nama-nama gunung. Jalan utama desa dinamakan jalan Lawu. Jalan-jalan lainnya diberi nama jalan Merbabu, Kerinci, Rinjani, Malabar, Muria, Kelud dan lain-lain. Di berbagai wilayah di Kabupaten Tebo, masyarakat keturunan Jawa...

Perdana di Festival Film Bulgaria 27 Januari 2026, SOLATA Siap Menyapa Dunia

Gambar
Jakarta, 27 Januari 2026 – Film Indonesia SOLATA (Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih) resmi melangkah ke kancah global dengan diputarkan perdana di sebuah festival film bergengsi di Bulgaria pada 27 Januari 2026. Keikutsertaan film besutan sutradara Ichwan Persada ini dalam seksi non-kompetisi festival Eropa tersebut menandai awal dari rangkaian penayangan internasional SOLATA, mengukuhkan pesan universalnya tentang keluarga, pendidikan, dan penemuan jati diri. Setelah meraih respons positif di dalam negeri sejak rilis bioskop 6 November 2025, SOLATA kini bersiap menyapa penonton dunia. Pemutaran di Bulgaria menjadi tonggak penting, sekaligus pembuka jalan bagi rencana pemutaran berikutnya di Ottawa, Kanada, pada September 2026. Baca juga:  Dalam Jumbo Pun, Cerita Hantu dan Makam Tak Terlewatkan Sinopsis Film SOLATA: Sebuah Perjalanan Mencari Makna Keluarga SOLATA—yang dalam bahasa Toraja berarti “teman”—mengisahkan perjalanan emosional Angkasa (diperankan oleh Rendy Kjaernett),...

Jakarta dalam Peta Kota Budaya Dunia: Dari Museum Bahari hingga Strategi Urban Global

Gambar
Di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, ruang-ruang di Museum Bahari Jakarta perlahan berubah fungsi. Dulu, museum ini identik dengan koleksi artefak maritim dan sejarah pelabuhan Nusantara.  Salah satu sudut Museum Bahari (Mitramusiumjakarya.id) Kini, melalui program Museum for Local Economic Development for Social Changes (MLEADS), museum tersebut bergerak melampaui fungsi kuratorialnya. Ia menjadi laboratorium sosial bagi anak muda pesisir, ruang pelatihan kreatif, sekaligus simpul pertemuan komunitas. Program ini menghadirkan pelatihan kreatif, aktivitas budaya, dan pengembangan ekonomi berbasis warisan lokal, dengan dukungan pemerintah kota dan mitra swasta. Bagi warga Penjaringan, museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan masa lalu, tetapi ruang produksi masa depan. Baca juga: Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg Cerita dari pesisir Jakarta ini tercatat dalam World Cities Culture Report 5th Edition , laporan global yang dirilis World Cities Culture Forum (WC...

Ketika Iklim Mengalahkan Ekonomi: Kecemasan Baru Warga Asia Tenggara

Gambar
The State of Southeast Asia 2025 Survey Report menunjukkan perubahan iklim kini lebih ditakuti daripada resesi, sementara kepercayaan publik pada ASEAN diuji. Cuaca ekstrem yang kian sering, banjir yang datang tanpa jeda panjang, serta gelombang panas yang mengganggu aktivitas harian membuat perubahan iklim terasa semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Kekhawatiran terhadap krisis lingkungan ini tidak lagi berhenti sebagai isu global, melainkan hadir sebagai ancaman nyata yang dirasakan langsung di tingkat lokal. Sumber: freepik Gambaran tersebut terekam dalam The State of Southeast Asia 2025 Survey Report , survei tahunan yang melibatkan lebih dari 2.000 responden dari sepuluh negara ASEAN serta Timor-Leste. Untuk pertama kalinya sejak survei ini dilakukan pada 2019, perubahan iklim dan cuaca ekstrem menempati posisi teratas sebagai tantangan terbesar kawasan, dipilih oleh 55,3 persen responden. Baca juga:   Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Ta...

Nasi Kandar, Toko Olahraga dan Bahasa Etnis yang Lalu Lalang

Gambar
Tidak ada etalase yang memajang komoditas yang dijual. Hanya saja bikin penasaran, mengapa banyak orang keluar masuk lewat pintu depan yang kecil itu. Bikin penasaran sangat. Akhirnya, kaki ini memberanikan diri melangkah juga Nasi kandar. Menu ini ditawarkan di banyak tempat sekarang ini di negeri jiran. Ketenaran namanya sudah hampir mengalahkan nasi lemak yang sudah legendaris, atau sudah mampu sejajar dengan nasi biryani. Namun, di balik nasi kandar itu tampaknya bersemayam kesan yang sama, yakni kehadiran nuansa Asia Selatan di balik menu itu. Selain teh tarik, roti canai, nasi lemak dan nasi kandar, kedai-kedai makanan di kota-kota seperti Kuala Lumpur, Selangor, Melaka, Johor dan sebagainya juga menawarkan keberagaman penjualnya. Penjaja kedai dari India dan Pakistan tampak menguat. Selain Asia Selatan, kedai-kedai makanan a la China pun juga berdiri di banyak tempat. Belum lagi, Muslim Chinese food.  Baca juga: Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia Apabila menu-menu makanan ...

Kemendukbangga/BKKBN Rilis Indeks Kepedulian Kependudukan

Gambar
IKIK 2025: Penduduk Indonesia bertambah, kepedulian terhadap isu kependudukan masih sedang Pertumbuhan penduduk dan dominasi usia produktif di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi kesadaran publik terhadap dampak sosial dan wilayah. Demikian salah satu inti dari hasil survai indeks kepedulian isu kependudukan (IKIK) 2025. Kemacetan yang kian padat, biaya hidup yang terus naik, dan persaingan kerja yang makin ketat menjadi pengalaman sehari-hari banyak warga. Di balik situasi ini, Indonesia kini dihuni sekitar 286,7 juta jiwa, dengan 76,7 persen berada pada usia produktif. Namun laporan terbaru menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap isu kependudukan masih berada pada tingkat sedang, sementara persoalan urbanisasi dan kesenjangan antarwilayah belum tertangani secara memadai. Baca juga:   Akademisi Menyorot Program MBG Kembalikan Lagi Imajinasi Sentralistik Negara Pertumbuhan penduduk Indonesia masih berlangsung, meski lajunya kian melambat. Pada semester pertama 2025, jumlah pend...

Riset BCA: Pertumbuhan Naik, Tapi Dompet Rumah Tangga Masih Terasa Ketat

Gambar
Laporan BCA mencatat ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemulihan dinilai belum cukup kuat untuk mengubah pengalaman ekonomi sebagian besar rumah tangga. Harga kebutuhan pokok memang tidak melonjak tajam, tetapi banyak rumah tangga masih menahan belanja. Cicilan terasa lebih berat, tabungan sulit bertambah, dan rencana membeli barang besar kembali ditunda. Di tengah perasaan “ekonomi belum benar-benar pulih” inilah arah perekonomian Indonesia menuju 2026 perlu dibaca secara lebih jujur dan realistis. Gambaran tersebut sejalan dengan temuan laporan 2026 Indonesia Economic Outlook: Inching Towards Higher Growth yang dirilis oleh BCA Economic and Industry Research. Laporan ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia memang bergerak menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi dengan laju yang lambat dan kualitas pemulihan yang belum merata. Lingkungan Global Lebih Bersahabat, Tapi Belum Aman Dari sisi global, kondisi ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan lebih akomodatif dibandi...

Modal Sosial dan Kolaborasi Permudah Kelola Sampah

Gambar
 "Sampahmu, tanggung jawabmu." Kalimat itu bukan sekadar slogan, melainkan prinsip hidup yang dipegang teguh oleh komunitas di RW 16, Penggilingan, Jakarta Timur, dan keluarga Yoso Farm di Klaten. Dalam webinar "Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah dan Inovasinya" yang digelar Komunitas Belajar Zero Waste (BZW) pada 4 Januari 2026, kedua pihak ini membuktikan bahwa mengatasi persoalan sampah tidak selalu perlu dengan teknologi mahal atau sistem rumit. Kuncinya justru dimulai dari komitmen paling personal: mengambil tanggung jawab atas setiap sampah yang kita hasilkan. Tangkapan layar webinar (Latifah) Inilah fondasi pertama yang dijelaskan secara gamblang oleh Shanty Syahril, koordinator Koperasi Kompos PKK RW 16. Prinsipnya sederhana namun revolusioner: alih-alih terburu-buru mengolah atau membuang, upaya terbesar harus ditumpukan pada pencegahan. "Cegah, cegah, cegah, baru kemudian pilah dan olah," ujarnya menekankan hierarki baru pengelolaan sampah. Orie...

Empat Golongan Muslim Hui di Tiongkok

Gambar
Sekitar 20 juta lebih penduduk Republik Rakyat Tiongkok beragama Islam. Meskipun mereka merupakan persentase kecil dari seluruh populasi Tiongkok.  Sebagian media Barat memotret kelompok ini terpinggirkan di perbatasan wilayah dan menjadi ancaman kekuasaan di Tiongkok. Keberadaan mereka pun kurang diminati para akademisi untuk menuliskannya.  Menurut sensus penduduk tahun 2010, Tiongkok adalah rumah bagi 23,14 juta Muslim, atau jika dibandingkan dengan jumlah total populasi Tiongkok, jumlah umat Islam mencapai 1,74 persen dari populasi keseluruhan Tiongkok yang berjumlah 1,33 miliar. Secara doktrin, hampir semua Muslim Tiongkok menganut mazhab Sunni , termasuk tradisi Sufi Asia Tengah . Seperti disebutkan banyak sumber, kelompok Muslim terbesar adalah etnis Hui dengan sekitar 10,5 juta orang. Banyak yang menilai, mereka ini telah berhasil di-Sinifikasi seiring dengan proses migrasi serta diaspora Muslim sejak lama yang telah terakulturasi dengan penduduk lokal Tiongkok di sek...

Pemuda dan Warga Buddhis Blitar Tanam Pohon Untuk Jaga Sumber Air

Gambar
Salah satu sesi refleksi dalam rangkaian kegiatan ini mengajak peserta memandang alam sebagai “rumah bersama” bagi manusia dan seluruh makhluk hidup Bencana banjir bandang di Pulau Sumatera yang menjangkau tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025 lalu, mengguncang negeri karena disertai hanyutnya kayu-kayu gelondongan yang dibabat di daerah ketinggian hulu sungai yang dikitari hutan. Sejak lama isu deforestasi kawasan hutan ditabuh guna menjadi perhatian publik, namun industrialisasi kawasan hutan lebih menggiurkan. Kawasan hutan berubah menjadi kawasan industri berbahan kayu, kawasan tambang dan perkebunan tanaman sawit.  Dok. Patria Blitar  Mengantispasi hal serupa tidak terjadi dan juga untuk menjaga keseimbangan alam, sekelompok warga dan pemuda Buddhis di Blitar, Jawa Timur melakukan aksi tanam pohon. Isu lingkungan hidup yang demikian nyata belakangan ini kembali mendapat perhatian mereka melalui kegiatan PATRIA Gathering yang disel...

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

Nyadran Masyarakat Etnis Jawa di Ranah Melayu Jambi

Polemik Chattra Borobudur: Mencari Titik Temu dalam Tata Kelola Warisan Dunia

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Jakarta dalam Peta Kota Budaya Dunia: Dari Museum Bahari hingga Strategi Urban Global

Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia

Dari Kitab Kuning ke Sistem Nasional: Jalan Panjang Pesantren Mencari Pengakuan

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.