Postingan

BARU RILIS

Klitih, Kota Budaya, dan Stigma terhadap Anak Muda

Gambar
Ketika mendengar kata klitih, banyak orang segera membayangkan sekelompok remaja bermotor yang menebar ketakutan di jalanan Yogyakarta Selama bertahun-tahun, pemberitaan mengenai klitih hampir selalu berfokus pada pelaku, korban, dan tuntutan agar hukuman diperberat. Namun sebuah penelitian terbaru dari Universitas Gadjah Mada mengajak masyarakat melihat persoalan ini dari sudut yang berbeda. Dalam artikel ilmiah yang terbit  baru-baru ini (2026) di British Journal of Community Justice, Oki Rahadianto Sutopo dan Fuji Riang Prastowo menyoroti bagaimana klitih tidak hanya dipahami sebagai tindak kriminal, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang dibentuk oleh media, institusi, dan budaya masyarakat Yogyakarta. Artikel berjudul Regulating Youth through High Culture: Cultural Violence and Symbolic Stigmatization in a Monarchical City in Indonesia tersebut lahir dari penelitian lapangan yang melibatkan wawancara dengan narapidana muda, guru, petugas pemasyarakatan, pekerja sosial, ser...

Kopi di Rumah Serasa di Kafe

🛒 Beli Sekarang

Menghidupkan Ingatan Kota Lewat Pasar-Pasar Legendaris Surabaya

Gambar
Banyak warga Surabaya mungkin masih menyimpan kenangan tentang pasar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka Ada yang mengingat tempat berbelanja bersama orang tua, ada yang mengenang suasana ramai menjelang hari raya, sementara yang lain mungkin hanya mengenal nama-nama pasar legendaris dari cerita keluarga atau sejarah kota. Kini, jejak-jejak itu dapat ditelusuri kembali melalui pameran virtual “Surabaya Market Heritage: A Virtual Exhibition Experience – Pameran Foto dan Arsip Pasar Legendaris Surabaya” yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733. Melalui pameran ini, pengunjung diajak menyusuri sejarah Surabaya melalui arsip, foto, dan peta yang merekam perkembangan kota dari masa ke masa. Berbagai dokumentasi yang ditampilkan menghadirkan gambaran tentang perjalanan Surabaya sebagai kota yang terus tumbuh dan berkembang. Salah satu fokus pameran adalah pasar-pasar legendaris yang telah lama menjadi bagian dari lanskap kota. Nama-nama sepert...

Kesehatan Mental di Negeri Religius

Gambar
Studi di Yogyakarta menunjukkan adanya kesenjangan sekaligus peluang kolaborasi antara lembaga keagamaan dan layanan kesehatan mental Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling religius di dunia. Namun di saat yang sama, berbagai survei menunjukkan meningkatnya kasus kecemasan, depresi, dan gangguan kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda.  Mengapa religiusitas yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kesehatan mental yang baik? Pertanyaan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Iqbal Ahnaf, Yayi Suryo Prabandari, Jonathan Davis Smith, Fuji Riang Prastowo, dan Leyla Adrianti Hermina. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal internasional Pastoral Psychology dengan judul “Gaps and Links Between Religious Institutions and Mental Health Practitioners in Indonesia.” Melalui wawancara dan diskusi kelompok dengan pemimpin agama Islam, Kristen, dan Buddha serta praktisi layanan kesehatan mental di Yogyakarta, para peneliti menemuk...

Mengapa Jawa Timur Makin Rentan Saat Hujan Turun?

Gambar
Bagi warga Surabaya, genangan di depan rumah mungkin sudah dianggap rutinitas musim hujan Warga Batu mulai terbiasa mendengar kabar longsor. Sementara masyarakat Pasuruan, Jember, dan Probolinggo menghadapi banjir yang datang hampir setiap tahun. Namun menurut kajian terbaru WALHI Jawa Timur, bencana-bencana itu bukan sekadar akibat hujan deras. Ada persoalan yang lebih dalam, yaitu ruang resapan yang hilang, hutan yang menyusut, dan tata ruang yang gagal melindungi warga. Ketika hujan deras mengguyur Jawa Timur pada musim penghujan 2025–2026, banyak orang mungkin menganggap banjir dan longsor yang terjadi sebagai sesuatu yang biasa. Musim hujan datang, sungai meluap, lereng runtuh. Namun, kajian terbaru WALHI Jawa Timur mengajukan pertanyaan yang lebih mengganggu: benarkah bencana-bencana itu semata akibat cuaca? Baca juga:   Minggir di Umbul Gemulo: Menemukan Ketenangan di Tengah Perlawanan Sunyi Sebuah Mata Air Bagi warga Surabaya yang setiap musim hujan harus menghadapi genanga...

Dari Kamp Pengungsian Mengangkat Australia di Piala Dunia 2026

Gambar
Piala Dunia tahun 2026 ini menampilkan Australia dengan wajah baru. Tim Australia bukan hanya beranggotakan multiras, melainkan juga ditopang oleh para keluarga bekas pengungsi Skuad tim Australia tahun ini berisikan para pemain dari latar belakang pengungsi korban konflik di negara asalnya. Orangtua mereka melakukan perjalanan yang berbahaya untuk menyelamatkan diri dari kepungan perang dan konflik dari negara asal.  Image by pngtree.com Berikut tiga nama pemain penting tim nasional Australia yang tampil di Piala Dunia 2026 yang berasal dari keluarga pengungsi.  Mohamed Touré  Orang tua Mohamed Touré hidup sebagai pengungsi di Guinea selama 14 tahun setelah melarikan diri dari perang di Liberia. Mohamed lahir di ibu kota Guinea, Conakry. Keluarga ini menerima dukungan dari UNHCR selama bertahun-tahun sebelum mereka menetap di Australia dan membangun kehidupan baru. Sang ayah, Mohamed, Amara, selalu memiliki semangat untuk sepak bola dan ia memperkenalkan anak-anaknya pad...

Tim Medis Perempuan Mencetak Sejarah di Piala Dunia

Gambar
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, seluruh tim medis yang bertugas di lapangan terdiri dari perempuan Di tengah pekan pertama Piala Dunia 2026, sejarah tak hanya tercipta lewat gol dan kemenangan. Bukan pula jumlah negara yang terlibat mencapai rekor terbesar dibandingkan turnamen piala dunia sebelumnya. Saat Jerman menghadapi Curacao di Houston, perhatian publik memang tertuju pada pertandingan. Namun, sebuah pencapaian penting justru lahir di pinggir lapangan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, seluruh tim medis yang bertugas di lapangan terdiri dari perempuan. Seperti dilansir laman resmi turnamen, tim tersebut terdiri atas Dr. Emma Lunan sebagai dokter pertandingan, Dr. Suzanne Huurman dari tim Curacao, Dr. Silja Schwarz dari tim Jerman, Dr. Carrie Bakunas sebagai dokter spesialis gawat darurat, dan Dr. Kerry Peek yang bertugas sebagai pengawas cedera. Mereka memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para pemain selama perta...

Mewaspadai Krisis Ekologi di Jawa Timur

Gambar
Dalam siaran pers WALHI Jatim yang dirilis pada 6 Juni 2026, disebutkan bahwa pada April lalu ditemukan 26 aktivitas pertambangan galian C tanpa izin yang beroperasi mengeruk lahan pertanian produktif dan ruang terbuka hijau di Mojokerto Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, para pegiat lingkungan kembali membuka peta-peta lama dan data terbaru, lalu menunjuk satu per satu titik kritis di tanah Jawa Timur. Kesimpulannya tegas, yaitu provinsi ini sedang berjalan menuju jurang krisis ekologi. Salah satu cerita paling gamblang tentang kondisi itu bermula dari tanah-tanah pertanian di Mojokerto. Dalam siaran pers WALHI Jatim yang dirilis pada 6 Juni 2026, disebutkan bahwa pada April lalu ditemukan 26 aktivitas pertambangan galian C tanpa izin yang beroperasi mengeruk lahan pertanian produktif dan ruang terbuka hijau di Mojokerto. Peristiwa itu dinilai sebagai potret kecil dari aktivitas pertambangan yang berjalan tanpa pengawasan dan penegakan hukum. Praktik serupa juga...

"Ngenepne Banyu": Saat Perempuan Semarang Bercerita tentang Air, Perjuangan, dan Kehidupan

Gambar
Setetes air yang mengalir dari keran rumah kita setiap hari menyimpan pertanyaan besar: dari mana asalnya, siapa yang menjaganya, dan berapa banyak perjuangan tersembunyi di baliknya?  Hanya dengan memasukkan botol plastik berisi air ke dalam bak kloset, Hotmauli Sidabalok menghemat 10 hingga 20 liter air per hari di tengah krisis aliran PDAM yang hanya menyala sekali dalam 48 jam. Siti Arifah menggendong balitanya menyusuri Kali Gading di musim kemarau hanya untuk bisa mencuci pakaian. Rita Diningsih diam-diam memotong bak mandi rumahnya menjadi separuh ukuran agar air tak terbuang percuma. Mereka adalah tiga dari 17 perempuan yang kisahnya dibukukan dalam "Ngenepne Banyu: Catatan Autoetnografi-Warga tentang Perawatan Air di Daerah Hulu, Tengah, dan Hilir DAS-DAS di Semarang Raya", terbitan Yayasan Amerta Air Indonesia (YAAI) dan Tim AirWarga Semarang pada Maret 2026—sebuah buku yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang air dari sudut pandang yang paling jarang did...

Warga Myanmar Pelintas Batas: Perjuangan Diam-diam Mempertahankan Ruang Aman di Tengah Konflik

Gambar
Bayangkan suatu hari, kata "keluarga", "gotong royong", atau "musyawarah" tiba-tiba dilarang diucapkan di depan umum. Bukan karena kata-kata itu jahat, tetapi karena rezim yang berkuasa menganggapnya sebagai ancaman Itulah yang dirasakan oleh para pembela hak perempuan dan kelompok rentan lainnya di Myanmar saat ini. Mereka masih bisa bernapas, tetapi tidak bisa bersuara. Masih bisa bergerak, tetapi harus sembunyi-sembunyi. "Kami tidak memiliki banyak orang di dalam negeri yang masih bisa bekerja, tetapi kami memiliki beberapa orang yang sangat, sangat berani di dalam," ujar seorang perwakilan organisasi masyarakat sipil Myanmar kepada peneliti Asia Centre. Mereka menyebut diri mereka "pekerja sosial" atau "organisasi kemasyarakatan" biasa. Seperti rumput ilalang yang tetap tumbuh meski terus ditebas. Ketika UU Teror Menghantam Aktivis Perlindungan Perempuan Coba bayangkan UU Terorisme di Indonesia digunakan untuk menangkap ak...

Fakta Unik dan Menyentuh Seputar Piala Dunia

Gambar
Turnamen sepakbola antar negara sedunia (world cup) akan segera digelar. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Pertandingan pertama akan dilangsungkan di Kota Meksiko pada 11 Juni dengan tuan rumah menghadapi Afrika Selatan di Stadion Azteca. Karena perluasan turnamen – dari 32 tim menjadi 48 – acara yang berlangsung selama 39 hari ini akan menjadi turnamen Piala Dunia yang terpanjang dalam sejarahnya. Sementara itu, AS akan menjadi tuan rumah final, yang akan dimainkan di Stadion MetLife di New Jersey.  Ilustrasi pendukung Braszil (sumber: freepik.com) AS akan menyelenggarakan pertandingan di 11 lokasi: Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New Jersey/New York (wilayah tuan rumah bersama), Philadelphia, Seattle, dan San Francisco. Kanada akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan secara total, dibagi antara Toronto dan Vancouver. Meksiko juga akan mendapatkan 13 pertandingan, yang akan dimainkan di Kota Meksiko, Guadalajara, dan Mon...

Waisak di Tengah Akar Jawa: Ketika Umat Buddha Jatimulyo Menemukan Tradisi Baru

Gambar
Setiap tahun, umat Buddha memperingati Waisak—trisuci kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Di Indonesia, perayaan ini identik dengan pradaksina (berjalan mengelilingi) Candi Borobudur, pembagian air berkah, dan lampion. Namun, di sebuah desa kecil di Yogyakarta, ada cara unik merayakan ajaran Buddha, yaitu dengan kebaya, surjan lurik, belangkon, dan ritual menanam pohon. Di Desa Jatimulyo, Kulon Progo, sekitar 600 umat Buddha Jawa tidak memisahkan identitas keagamaan dan kebudayaan mereka. Sebaliknya, menurut Jayanti dan Yulianti (2026) dalam studi Rural Buddhist Agency in Contemporary Indonesia , mereka secara aktif menciptakan sebuah tradisi baru yang sepenuhnya Buddha namun sepenuhnya Jawa: Tribuana Manggala Bhakti. Lahirnya Tribuana Manggala Bhakti Buddha masuk ke Jatimulyo bukan melalui biku besar atau organisasi nasional, tetapi melalui seorang tokoh spiritual lokal bernama Mbah Slamet pada tahun 1960-an. Setelah peristiwa politik 1965, Mbah Slamet menyarankan warga ya...

Menimbang Keadilan Sosial di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Gambar
Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati lahirnya Pancasila. Bukan sekadar upacara bendera atau pembacaan teks Saatnya menanyakan satu hal, apakah sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", benar-benar bekerja dalam kebijakan publik? Ambil contoh program unggulan pemerintah belakangan ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara ideologis, program ini sangat Pancasilais. Negara hadir untuk memberi makan anak-anak yang kekurangan gizi. Namun di lapangan, ceritanya tak selalu indah. Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Mimbar Keadilan pada Februari 2026 mengungkap fakta mencolok. Dalam delapan bulan pertama pelaksanaan MBG, Shintia Lailatul Firdaus dan Siti Dwi Astuti mencatat lebih dari 7.000 anak sekolah mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program tersebut. Angka ini bukan sekadar catatan, melainkan alarm. Mereka menyebut kondisi tersebut sebagai paradoks keadilan. Program yang dibuat untuk memberi malah menimbulkan risiko kese...

Mengapa Pasar Saham "Dingin" Saat Idul Adha?

Gambar
Setiap tahun, saat Idul Adha tiba, pemandangan yang paling khas adalah deretan hewan kurban dijual di pinggir jalanan, lalu saat tiba hari raya Idul Adha, hewan tersebut dipotong dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat Secara logika, lonjakan konsumsi daging ini seharusnya menjadi berkah bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pangan, ritel, dan restoran. Namun,  apakah euforia kurban ini juga membuat pasar saham ikut bergairah? Jawaban dari sebuah penelitian akademik ternyata cukup mengejutkan: tidak sama sekali.  Sebuah penelitian dari Universitas Lampung yang terbit di jurnal Indikator: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis pada Agustus 2025 lalu mencoba mengupas perilaku investor saat hari raya. Para peneliti, Khothibul Umam Hassan dan Trijoko Prasetyo, mengamati 70 perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2022, dengan fokus pada sektor barang konsumsi yang biasanya paling terpengaruh oleh musim belanja. Hasilnya menunjukkan, dua hari raya ...

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Rencana Investasi Bisa Ambyar Jumpai Tanah Bersertifikat Ganda

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Langkah Kecil untuk Atasi Masalah Sampah Perkotaan yang Membesar

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih