Postingan

BARU RILIS

Perdana di Festival Film Bulgaria 27 Januari 2026, SOLATA Siap Menyapa Dunia

Gambar
Jakarta, 27 Januari 2026 – Film Indonesia SOLATA (Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih) resmi melangkah ke kancah global dengan diputarkan perdana di sebuah festival film bergengsi di Bulgaria pada 27 Januari 2026. Keikutsertaan film besutan sutradara Ichwan Persada ini dalam seksi non-kompetisi festival Eropa tersebut menandai awal dari rangkaian penayangan internasional SOLATA, mengukuhkan pesan universalnya tentang keluarga, pendidikan, dan penemuan jati diri. Setelah meraih respons positif di dalam negeri sejak rilis bioskop 6 November 2025, SOLATA kini bersiap menyapa penonton dunia. Pemutaran di Bulgaria menjadi tonggak penting, sekaligus pembuka jalan bagi rencana pemutaran berikutnya di Ottawa, Kanada, pada September 2026. Baca juga:  Dalam Jumbo Pun, Cerita Hantu dan Makam Tak Terlewatkan Sinopsis Film SOLATA: Sebuah Perjalanan Mencari Makna Keluarga SOLATA—yang dalam bahasa Toraja berarti “teman”—mengisahkan perjalanan emosional Angkasa (diperankan oleh Rendy Kjaernett),...

Jakarta dalam Peta Kota Budaya Dunia: Dari Museum Bahari hingga Strategi Urban Global

Gambar
Di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, ruang-ruang di Museum Bahari Jakarta perlahan berubah fungsi. Dulu, museum ini identik dengan koleksi artefak maritim dan sejarah pelabuhan Nusantara.  Salah satu sudut Museum Bahari (Mitramusiumjakarya.id) Kini, melalui program Museum for Local Economic Development for Social Changes (MLEADS), museum tersebut bergerak melampaui fungsi kuratorialnya. Ia menjadi laboratorium sosial bagi anak muda pesisir, ruang pelatihan kreatif, sekaligus simpul pertemuan komunitas. Program ini menghadirkan pelatihan kreatif, aktivitas budaya, dan pengembangan ekonomi berbasis warisan lokal, dengan dukungan pemerintah kota dan mitra swasta. Bagi warga Penjaringan, museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan masa lalu, tetapi ruang produksi masa depan. Baca juga: Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg Cerita dari pesisir Jakarta ini tercatat dalam World Cities Culture Report 5th Edition , laporan global yang dirilis World Cities Culture Forum (WC...

Ketika Iklim Mengalahkan Ekonomi: Kecemasan Baru Warga Asia Tenggara

Gambar
The State of Southeast Asia 2025 Survey Report menunjukkan perubahan iklim kini lebih ditakuti daripada resesi, sementara kepercayaan publik pada ASEAN diuji. Cuaca ekstrem yang kian sering, banjir yang datang tanpa jeda panjang, serta gelombang panas yang mengganggu aktivitas harian membuat perubahan iklim terasa semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Kekhawatiran terhadap krisis lingkungan ini tidak lagi berhenti sebagai isu global, melainkan hadir sebagai ancaman nyata yang dirasakan langsung di tingkat lokal. Sumber: freepik Gambaran tersebut terekam dalam The State of Southeast Asia 2025 Survey Report , survei tahunan yang melibatkan lebih dari 2.000 responden dari sepuluh negara ASEAN serta Timor-Leste. Untuk pertama kalinya sejak survei ini dilakukan pada 2019, perubahan iklim dan cuaca ekstrem menempati posisi teratas sebagai tantangan terbesar kawasan, dipilih oleh 55,3 persen responden. Baca juga:   Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Ta...

Nasi Kandar, Toko Olahraga dan Bahasa Etnis yang Lalu Lalang

Gambar
Tidak ada etalase yang memajang komoditas yang dijual. Hanya saja bikin penasaran, mengapa banyak orang keluar masuk lewat pintu depan yang kecil itu. Bikin penasaran sangat. Akhirnya, kaki ini memberanikan diri melangkah juga Nasi kandar. Menu ini ditawarkan di banyak tempat sekarang ini di negeri jiran. Ketenaran namanya sudah hampir mengalahkan nasi lemak yang sudah legendaris, atau sudah mampu sejajar dengan nasi biryani. Namun, di balik nasi kandar itu tampaknya bersemayam kesan yang sama, yakni kehadiran nuansa Asia Selatan di balik menu itu. Selain teh tarik, roti canai, nasi lemak dan nasi kandar, kedai-kedai makanan di kota-kota seperti Kuala Lumpur, Selangor, Melaka, Johor dan sebagainya juga menawarkan keberagaman penjualnya. Penjaja kedai dari India dan Pakistan tampak menguat. Selain Asia Selatan, kedai-kedai makanan a la China pun juga berdiri di banyak tempat. Belum lagi, Muslim Chinese food.  Baca juga: Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia Apabila menu-menu makanan ...

Kemendukbangga/BKKBN Rilis Indeks Kepedulian Kependudukan

Gambar
IKIK 2025: Penduduk Indonesia bertambah, kepedulian terhadap isu kependudukan masih sedang Pertumbuhan penduduk dan dominasi usia produktif di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi kesadaran publik terhadap dampak sosial dan wilayah. Demikian salah satu inti dari hasil survai indeks kepedulian isu kependudukan (IKIK) 2025. Kemacetan yang kian padat, biaya hidup yang terus naik, dan persaingan kerja yang makin ketat menjadi pengalaman sehari-hari banyak warga. Di balik situasi ini, Indonesia kini dihuni sekitar 286,7 juta jiwa, dengan 76,7 persen berada pada usia produktif. Namun laporan terbaru menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap isu kependudukan masih berada pada tingkat sedang, sementara persoalan urbanisasi dan kesenjangan antarwilayah belum tertangani secara memadai. Baca juga:   Akademisi Menyorot Program MBG Kembalikan Lagi Imajinasi Sentralistik Negara Pertumbuhan penduduk Indonesia masih berlangsung, meski lajunya kian melambat. Pada semester pertama 2025, jumlah pend...

Riset BCA: Pertumbuhan Naik, Tapi Dompet Rumah Tangga Masih Terasa Ketat

Gambar
Laporan BCA mencatat ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemulihan dinilai belum cukup kuat untuk mengubah pengalaman ekonomi sebagian besar rumah tangga. Harga kebutuhan pokok memang tidak melonjak tajam, tetapi banyak rumah tangga masih menahan belanja. Cicilan terasa lebih berat, tabungan sulit bertambah, dan rencana membeli barang besar kembali ditunda. Di tengah perasaan “ekonomi belum benar-benar pulih” inilah arah perekonomian Indonesia menuju 2026 perlu dibaca secara lebih jujur dan realistis. Gambaran tersebut sejalan dengan temuan laporan 2026 Indonesia Economic Outlook: Inching Towards Higher Growth yang dirilis oleh BCA Economic and Industry Research. Laporan ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia memang bergerak menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi dengan laju yang lambat dan kualitas pemulihan yang belum merata. Lingkungan Global Lebih Bersahabat, Tapi Belum Aman Dari sisi global, kondisi ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan lebih akomodatif dibandi...

Modal Sosial dan Kolaborasi Permudah Kelola Sampah

Gambar
 "Sampahmu, tanggung jawabmu." Kalimat itu bukan sekadar slogan, melainkan prinsip hidup yang dipegang teguh oleh komunitas di RW 16, Penggilingan, Jakarta Timur, dan keluarga Yoso Farm di Klaten. Dalam webinar "Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah dan Inovasinya" yang digelar Komunitas Belajar Zero Waste (BZW) pada 4 Januari 2026, kedua pihak ini membuktikan bahwa mengatasi persoalan sampah tidak selalu perlu dengan teknologi mahal atau sistem rumit. Kuncinya justru dimulai dari komitmen paling personal: mengambil tanggung jawab atas setiap sampah yang kita hasilkan. Tangkapan layar webinar (Latifah) Inilah fondasi pertama yang dijelaskan secara gamblang oleh Shanty Syahril, koordinator Koperasi Kompos PKK RW 16. Prinsipnya sederhana namun revolusioner: alih-alih terburu-buru mengolah atau membuang, upaya terbesar harus ditumpukan pada pencegahan. "Cegah, cegah, cegah, baru kemudian pilah dan olah," ujarnya menekankan hierarki baru pengelolaan sampah. Orie...

Empat Golongan Muslim Hui di Tiongkok

Gambar
Sekitar 20 juta lebih penduduk Republik Rakyat Tiongkok beragama Islam. Meskipun mereka merupakan persentase kecil dari seluruh populasi Tiongkok.  Sebagian media Barat memotret kelompok ini terpinggirkan di perbatasan wilayah dan menjadi ancaman kekuasaan di Tiongkok. Keberadaan mereka pun kurang diminati para akademisi untuk menuliskannya.  Menurut sensus penduduk tahun 2010, Tiongkok adalah rumah bagi 23,14 juta Muslim, atau jika dibandingkan dengan jumlah total populasi Tiongkok, jumlah umat Islam mencapai 1,74 persen dari populasi keseluruhan Tiongkok yang berjumlah 1,33 miliar. Secara doktrin, hampir semua Muslim Tiongkok menganut mazhab Sunni , termasuk tradisi Sufi Asia Tengah . Seperti disebutkan banyak sumber, kelompok Muslim terbesar adalah etnis Hui dengan sekitar 10,5 juta orang. Banyak yang menilai, mereka ini telah berhasil di-Sinifikasi seiring dengan proses migrasi serta diaspora Muslim sejak lama yang telah terakulturasi dengan penduduk lokal Tiongkok di sek...

Pemuda dan Warga Buddhis Blitar Tanam Pohon Untuk Jaga Sumber Air

Gambar
Salah satu sesi refleksi dalam rangkaian kegiatan ini mengajak peserta memandang alam sebagai “rumah bersama” bagi manusia dan seluruh makhluk hidup Bencana banjir bandang di Pulau Sumatera yang menjangkau tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025 lalu, mengguncang negeri karena disertai hanyutnya kayu-kayu gelondongan yang dibabat di daerah ketinggian hulu sungai yang dikitari hutan. Sejak lama isu deforestasi kawasan hutan ditabuh guna menjadi perhatian publik, namun industrialisasi kawasan hutan lebih menggiurkan. Kawasan hutan berubah menjadi kawasan industri berbahan kayu, kawasan tambang dan perkebunan tanaman sawit.  Dok. Patria Blitar  Mengantispasi hal serupa tidak terjadi dan juga untuk menjaga keseimbangan alam, sekelompok warga dan pemuda Buddhis di Blitar, Jawa Timur melakukan aksi tanam pohon. Isu lingkungan hidup yang demikian nyata belakangan ini kembali mendapat perhatian mereka melalui kegiatan PATRIA Gathering yang disel...

Anak Muda Qufu Bangga Kotanya Menyimpan Jejak Konfusius

Gambar
Qufu kini memang menjadi salah satu destinasi budaya yang dianggap suci di Tiongkok dan menarik banyak pengunjung untuk merasakan aura sekaligus kedalaman Konfusianisme. Kota ini terletak di utara Jining, barat daya Provinsi Shandong Dalam satu persinggahan di negeri jiran Malaysia November lalu, redaksi Melipirnews bertemu dengan seorang mahasiswa asal China yang kuliah di salah satu perguruan tinggi terkenal di negerinya Siti Nurhaliza itu. Ia berasal dari Qufu, kota kelahiran Konfusius. Kota ini terletak di provinsi Shandong bagian timur, Tiongkok yang terkenal sebagai tempat kelahiran dan tempat peristirahatan terakhir Konfusius. Nama ini bukanlah asing bagi telinga masyarakat Indonesia karena sangat dikenal sebagai filsuf dan pendidik besar Tiongkok, yang ajarannya telah memengaruhi masyarakat Tiongkok selama lebih dari 2.500 tahun. Di Indonesia pun, para penganut Konfusius diwadahi dan dilindungi oleh negara. Ilustrasi komplek rumah Keturunan Konfusius (freepik.com)

Anne Scheiber: "Saat Gaji Naik Tipis, Ketahanan Finansial Jadi Kunci"

Gambar
Di tengah keluhan soal gaji yang naik tipis, biaya hidup yang terasa makin berat, dan dunia kerja yang kian selektif, banyak pekerja Indonesia bertanya-tanya: apakah kerja keras masih cukup untuk menjamin masa depan?  Laporan Indonesia Salary Range Report 2026 menggambarkan realitas yang tidak selalu nyaman. Kenaikan gaji rata-rata berada di kisaran 4–6 persen per tahun, sementara perusahaan semakin berhitung dalam merekrut, menahan, dan mengembangkan karyawan. Stabilitas kerja, pengembangan keterampilan, dan efisiensi biaya menjadi kata kunci baru dunia kerja Indonesia.   Dok. Alchetron, the free social encyclopedia 

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Gambar
Ketimpangan ini menegaskan bahwa persoalan dunia kerja Indonesia bukan hanya soal penciptaan lapangan kerja, tetapi juga soal kualitas pekerjaan dan peluang mobilitas sosial Di tengah janji bonus demografi dan narasi besar “Indonesia Emas”, realitas dunia kerja hari ini berjalan di jalur yang lebih sunyi. Gaji memang naik, tetapi perlahan. Sementara itu, biaya hidup, tuntutan keterampilan, dan tekanan produktivitas justru melaju kencang. Gambaran ini tercermin dalam Indonesia Salary Range Report 2026 yang dirilis InCorp Indonesia, sebuah laporan yang membaca denyut dunia kerja nasional melalui data payroll terverifikasi dan pengamatan pasar tenaga kerja sepanjang 2025.

[ENGLISH] Two Similar Cultures in Southeast Asia Encounters Boosted By Self Claiming and Prejudice

Gambar
The two countries are inhabited by Buddhist communities with similarly large proportions, namely more than 90 percent. Thailand 93 percent, Cambodia 95 percent.   The conflict between the two neighboring countries, namely Thailand and Cambodia, which has flared up again in recent days, leaves many astonished—especially among Southeast Asia observers. More specifically, for observers of the societies and cultures of these two countries.  The data speaks. Both countries are inhabited by Buddhist communities with similarly high proportions, namely more than 90 percent. Thailand 93 percent, Cambodia 95 percent. Not only do they have the same religion and composition, but they also follow the same sect; both adhere to Theravada Buddhism. Also Read:   The Myanmar Refugees Stranded in the Aceh Region: Their Future is Threatened Both also have a royal monk (sangharaja) appointed by the monarchy, who provides support to the kingdom. The royal monk also leads the monastery and...

PkM STABN Raden Wijaya, Wonogiri: Penerapan Ekoteologi Lewat Ekonomi Sirkular dari Pupuk Fermentasi

Gambar
Isu penyelamatan lingkungan kerap dipersepsikan sebagai persoalan besar yang terasa jauh dari praktik kehidupan sehari-hari. Padahal, di banyak tempat, solusi justru lahir dari langkah-langkah sederhana yang dikerjakan secara konsisten Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri dengan tema “Latar Belakang, Teori, dan Implementasi Pirolisis sebagai Upaya Menyelamatkan Bumi melalui Recycle-Ecotheology”. PKM Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri

Disinformasi Iklim Menggerus Hak Masyarakat Adat: Laporan dari India Ini Jadi Alarm Serius bagi Indonesia

Gambar
Disinformasi iklim tidak lagi sekadar persoalan hoaks di media sosial. Ia telah berkembang menjadi instrumen politik dan ekonomi yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat adat Hal ini terungkap jelas dalam laporan Climate Disinformation in India: Subverting Indigenous Peoples’ Rights (2025), yang menunjukkan bagaimana narasi palsu dan menyesatkan tentang perubahan iklim digunakan untuk melemahkan perlindungan hukum, membenarkan proyek ekstraktif, dan menggusur masyarakat adat dari tanah leluhur mereka. Gambar tangkapan layar

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Modal Sosial dan Kolaborasi Permudah Kelola Sampah

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

Anne Scheiber: "Saat Gaji Naik Tipis, Ketahanan Finansial Jadi Kunci"

Disinformasi Iklim Menggerus Hak Masyarakat Adat: Laporan dari India Ini Jadi Alarm Serius bagi Indonesia

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

Pemuda dan Warga Buddhis Blitar Tanam Pohon Untuk Jaga Sumber Air

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.