Pengolahan Kurma di Timteng Sebagai Makanan Pokok dan Potensinya Mencegah Penyakit Regeneratif
Selama lebih dari 5.000 tahun, pohon kurma (Phoenix dactylifera L.) telah dibudidayakan di wilayah Mesopotamia. Persebarannya meluas berabad-abad lamanya hingga ke Afrika Utara, Semenanjung Arab, subkontinen India, dan Amerika Serikat. Pada Desember 2019, UNESCO mencatatkan pohon kurma ke dalam warisan kebudayaan manusia tak beda secara global, dengan menyatakan bahwa pohon kurma dengan pengetahuan, keterampilan yang ada serta tradisi, dan praktiknya telah memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara manusia dan tanah di wilayah Arab. Sumber: https://agya.info/ Sifat Bioaktif Kurma: Menghubungkan Pengobatan Tradisional dan Regeneratif di Teluk Selama sepuluh tahun terakhir, negara-negara Teluk – Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab – semakin menekankan kurma sebagai elemen penting dari warisan budaya Arab dan sumber daya lokal. Kurma menjadi bahan dasar serbaguna untuk kebutuhan pangan, penciptaan pendapatan, dan penggunaan medis. Pe...
