Postingan

BARU RILIS

Hilirisasasi Jamu yang Tersekat di Meja Resep

Gambar
Siapa yang belum pernah mendengar produsen jamu Sidomuncul, Nyonya Meneer, Jamu Jago dan lain-lain?  Perusahaan-perusahaan itu merupakan produsen obat-obatan herbal tradisional yang telah berhasil menembus pasar nasional, bahkan global. Namun apakah keberadaannya sudah diakomodir oleh para tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit? Apakah kedudukannya telah sejajar dengan obat-obatan kimia modern? Hal ini masih menjadi persoalan lain yang sampai hari ini menjadi tanda tanya besar.  Ilustrasi obat-obatan herbal fitofarmaka. Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/ Masyarakat Indonesia sudah terlanjur mengakrabi modal kesehatan plural, yakni mengombinasikan sistem pengobatan tradisional, pengobatan transisional dan sistem pengobatan modern. Namun makin ke sini, sepertinya sistem pengobatan tradisional masih belum banyak kemajuan.  Fitofarmaka Memenuhi Standar BPOM Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keaman...

Bukan Sekadar Bikin Konten, K-Book Content Camp di Malang Cetak Kreator Literasi Digital yang Kena di Hati

Gambar
Dunia literasi digital kini tak lagi sekadar tempat berbagi rekomendasi buku Kehadiran K-Book Content Camp di Malang Creative Center (MCC) pada Minggu (3/5/2026) membuktikan bahwa menjadi kreator konten buku telah bertransformasi menjadi ekosistem yang utuh. Dari hobi membaca, menghasilkan pendapatan, hingga membangun komunitas yang sehat. Acara yang diikuti 40 peserta ini menghadirkan narasumber Kak Rani Galuh (@rani.reading), full time bookstagrammer. Bootcamp ini mengupas tuntas strategi mengubah cerita dalam buku menjadi konten digital yang tak lekang oleh algoritma. Dari Pembaca Jadi Kreator: Belajar Storytelling ala Literatur Korea Peserta diajak memahami cara mengulik sudut pandang cerita sebagai kreator, meramu wawasan dari bacaan menjadi ide-ide konten yang segar, serta menyajikan konten yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga memiliki karakter personal yang kuat. Kak Rani menekankan bahwa menjadi teman bagi audiens jauh lebih efektif daripada sekadar bertindak sebagai ...

Menjaga Jiwa Pendidikan Seni di Tengah Transformasi Digital dan Birokrasi Kampus

Gambar
Rasa haru dan semangat perubahan menyelimuti Ruang Teater Mini Adnan Ganto, Perpustakaan Abdullah Ali, Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (2/5/2026) Akademisi, budayawan, dan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia hadir secara luring dan melalui layar Zoom, untuk satu tujuan besar, yaitu memastikan pendidikan seni tidak kehilangan jiwanya di tengah gempuran transformasi pendidikan tinggi nasional. Diskusi Nasional Pendidikan Seni se-Indonesia yang digagas Inkubator Seni USK ini berlangsung hangat, kritis, namun penuh haru. Bukan sekadar perbincangan akademik, forum ini menjadi ruang refleksi untuk mempertanyakan Kembali, apakah seni di kampus saat ini masih membentuk manusia, atau hanya mengejar angka kredit? Seni Bukan Komoditas, Tapi Jantung Kebudayaan Salah satu pemikiran paling mengemuka datang dari anggota Komisi Kebudayaan AIPI, Prof. Melani Budianta. Dalam paparannya, ia melontarkan kritik tajam terhadap "formalisme" pendidikan seni. Prof. Melani menegaskan agar p...

CELIOS: 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Warga RI

Gambar
CELIOS Rilis Laporan "Republik Oligarki": 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Warga RI "Generasi muda hari ini dipaksa bekerja berlapis, delapan jam kerja utama, ditambah part-time dan freelance, bukan untuk naik kelas, tapi sekadar bertahan hidup dan berharap bisa mengumpulkan sedikit aset. Akibatnya, banyak yang bahkan takut memulai hidup (seperti menikah atau membangun keluarga) karena belum punya jaminan ekonomi yang layak." Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis laporan terbaru bertajuk "Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" pada April 2026. Temuan utamanya mencengangkan: kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 55 juta orang Indonesia. Laporan ini menjadi studi kedua CELIOS mengenai ketimpangan sejak 2024. Alih-alih membaik, data terbaru justru menunjukkan tren yang semakin dalam. Harta Oligarki Naik Rp13 Miliar per Hari, Upah Pekerja Hanya Rp2.000 Salah satu temuan paling mencolok adalah...

Kopi, Chai Latte, dan Kecerdasan Buatan: Bisakah AI Membaca Perasaan Kita pada Suatu Tempat?

Gambar
Siapa yang pernah meninggalkan ulasan bintang lima hanya karena sebuah kafe terasa seperti rumah sendiri?  Atau sebaliknya, pernah kesal karena pesanan chai latte-nya terlalu manis, tapi tetap betah berlama-lama karena sudut ruangannya instagramable? Ternyata, perasaan kita tentang suatu tempat—yang kadang susah dijelaskan—bisa dibaca oleh kecerdasan buatan. Setidaknya itulah yang coba dibuktikan oleh Prof. Ahmad Daryanto dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "In Search of Places", yang digelar pada 22 April 2026. Dalam orasi ilmiah yang santai namun menggugah itu, profesor yang berkarier di Lancaster University, Inggris, mengajak kita menyelami persimpangan antara psikologi manusia dan AI. Bukan untuk hal yang rumit, melainkan untuk menjawab pertanyaan sederhana: bisakah mesin mendeteksi ikatan emosional kita dengan sebuah tempat hanya dari tulisan di internet? Dari Ulasan Kopi, Terbaca Kedekatan Hati Bayangkan, setiap hari ada jutaan ulasan online bermunculan. Ada yang bilang...

Warisan Maria Walanda Maramis bagi Perempuan Minahasa

Gambar
PIKAT yang didirikan Maria Walanda Maramis sejak awal abad ke-20 terbukti menyimpan gagasan radikal yang melampaui zamannya Gerakan ini merambah pada kesadaran hak politik perempuan di tengah tekanan kolonial. Meski kini PIKAT menghadapi krisis regenerasi, semangatnya dinilai masih relevan untuk menjawab persoalan perempuan Minahasa masa kini, dari ketimpangan kerja hingga isu ekologi. Program Inquiring dari Asosiasi Teolog Indonesia (ATI) kembali digelar pada Sabtu malam, 18 April 2026. Acara bedah buku "Maria Walanda Maramis dan Gerakan Perempuan Minahasa Masa Kini" menghadirkan dua narasumber: Dr. Denni H.R. Pinontoan (Kepala Pusat Kajian Agama dan Budaya LP2M IAKN Manado) dan Merlin B. A. Lumintang, M.Th (IAKN Toraja). Moderator diskusi adalah Dr. Hun Pinatik, peneliti independen. Baca juga:   Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil Dari sanalah lahir PIKAT, organisasi yang dirintis Maria untuk menjawab ketertinggalan per...

Saat Kredit Plastik Hanya Jadi Mitos di Lapangan

Gambar
Skema kredit plastik yang selama ini digadang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi darurat sampah di Indonesia ternyata hanya mitos  Hasil investigasi lapangan di tiga kabupaten justru mengungkap fakta sebaliknya. Alih-alih mengurangi produksi, mekanisme ini hanya menjadi "karpet merah" bagi perusahaan untuk terus membuang sampah plastik sembari mengalihkan tanggung jawab ke masyarakat. Ilustrasi TPA Sampah Kertas kebijakan berjudul "Mitos Plastic Credit: Investigasi atas Kegagalan Inisiatif 'Sirkular' di Indonesia" yang disusun oleh WALHI Jawa Timur, Ecoton, dan PPLH Bali mengungkap fakta mengejutkan di lapangan. Temuan yang didiseminasikan pada 22 April 2026 ini mengguncang narasi selama ini yang menganggap skema kredit plastik sebagai solusi inovatif atas krisis sampah plastik di Indonesia. Di atas kertas, skema plastic credits digadang-gadang sebagai solusi cerdas. Perusahaan membeli "kredit" untuk mendanai pengumpulan dan daur ulang sampah,...

Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil

Gambar
Bayangkan: foto intim Anda tersebar luas di media sosial. Pelakunya adalah mantan pacar. Anda ingin melapor ke polisi, tapi kantor polisi terdekat berada di pulau lain Berjam-jam perjalanan laut. Biaya transportasi mahal, sementara kantong Anda tipis. Lalu, saat sampai di sana, polisi bingung harus menangani kasus seperti ini. Ilustrasi  Inilah realitas yang dihadapi perempuan korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di wilayah kepulauan Indonesia. Antara Layar dan Luka Selama ini banyak orang mengira kekerasan di ruang digital hanya "kekerasan maya" yang tidak seberat kekerasan fisik. Fakta di lapangan berkata lain. Korban KBGO mengalami beban psikologis yang setara dengan serangan seksual fisik. Ada rasa takut, depresi, isolasi, hingga risiko bunuh diri muncul karena jejak digital yang tak kunjung hilang. Hal ini mengemuka dalam laporan berjudul "Dari Layar ke Luka: Meneropong KBGO di Wilayah Kepulauan" yang disusun oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhad...

Agen Filantropi itu Bernama Masjid

Gambar
Ramadhan 1447 H. telah berlalu. Masjid-masjid tidak ramai lagi dengan banyaknya orang berkumpul untuk menunggu waktu dan berbuka puasa, menjalani salat tarawih berjamaah maupun ibadah itikaf.  Mungkin ada yang merasa rindu lagi, atau kaget bercampur kecewa soalnya yang sebulan ramai itu kini tidak seramai bulan Puasa lalu. Ada yang hilang. Surut pula keramaian lantunan ayat demi ayat Al-Qur'an dan hadits. Tidak ada lagi gerakan seirama dalam rakaat-rakaat Tarawih. Berlalu juga tingkah polah bocah berlarian sambil bercanda sayup terdengar menguji kekhusukan beribadah, dalam salat, dalam I'tikaf, tadarrus Alquran dan seterusnya.  Suasana kekhusukan dalam masjid (dok. Melipirnews) Bukber untuk Semua Kalangan Belum jelas terdata berapa jumlah pastinya, namun sekarang ini seolah menjadi trend, masjid sebagai tempat kumpul. Di saat berbuka puasa, masjid menjadi titik pertemuan antaranggota keluarga, antarteman dan mungkin juga janjian bertemu di kala berbuka puasa. Tidak lagi layak ...

Pengolahan Kurma di Timteng Sebagai Makanan Pokok dan Potensinya Mencegah Penyakit Regeneratif

Gambar
Selama lebih dari 5.000 tahun, pohon kurma (Phoenix dactylifera L.) telah dibudidayakan di wilayah Mesopotamia.  Persebarannya meluas berabad-abad lamanya hingga ke Afrika Utara, Semenanjung Arab, subkontinen India, dan Amerika Serikat. Pada Desember 2019, UNESCO mencatatkan pohon kurma ke dalam warisan kebudayaan manusia tak beda secara global, dengan menyatakan bahwa pohon kurma dengan pengetahuan, keterampilan yang ada serta tradisi, dan praktiknya telah memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara manusia dan tanah di wilayah Arab.  Sumber: https://agya.info/ Sifat Bioaktif Kurma: Menghubungkan Pengobatan Tradisional dan Regeneratif di Teluk Selama sepuluh tahun terakhir, negara-negara Teluk – Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab – semakin menekankan kurma sebagai elemen penting dari warisan budaya Arab dan sumber daya lokal. Kurma menjadi bahan dasar serbaguna untuk kebutuhan pangan, penciptaan pendapatan, dan penggunaan medis. Pe...

Ahmad Tohari: Menulis Kaum Marjinal Bukan Sekadar Riset, Tapi Menghayati Penderitaan

Gambar
 “Menulis tentang kaum marginal adalah menemani Tuhan bersama mereka”  Kalimat itu dituturkan Ahmad Tohari menutup diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam. Bagi sastrawan berusia 77 tahun itu, menulis bukan sekadar soal teknik merangkai kata, melainkan soal keberpihakan nurani yang lahir dari keyakinan paling pribadi. Ahmad Tohari (Dok. Istimewa) Ahmad Tohari mengaku panggilan untuk menyuarakan kaum miskin datang dari teladan Nabi Muhammad. “Saya mendengar bahwa Nabi Muhammad sangat menyayangi orang miskin. Orang miskin adalah kesayangan beliau. Saya seperti mendapat tuntunan untuk juga menyayangi mereka,” ungkapnya, menjelaskan mengapa hampir seluruh karyanya, dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk hingga kumpulan cerpen Senyum Karyamin, berkutat pada kehidupan masyarakat pinggiran. Baca juga:   Setelah Setengah Abad Menghilang, Wayang Topeng Menak Malangan Bangkit Kembali Kecintaan itu, kata Tohari, bukan sekadar tema, melainkan “gaya dorong” yang membuatnya tak bisa men...

Waspada Gletser Puncak Carstensz dan Sungai Citarum

Gambar
"Karena tidak ada yang terjadi di pegunungan yang hanya tinggal di pegunungan.” Setiap tetes air yang mengalir dari pegunungan membawa kehidupan bagi miliaran orang di dunia. Namun, laporan terbaru PBB yang dirilis UNESCO pada 2025 mengungkapkan fakta yang tak bisa diabaikan, yaitu menara-menara air dunia ini mencair di depan mata kita dan Indonesia berada di garis depan krisis tersebut. Laporan The United Nations World Water Development Report 2025 - Mountains and glaciers: Water towers memberikan gambaran komprehensif tentang krisis yang sedang terjadi di ketinggian. Lebih dari sekadar pemandangan indah, pegunungan dan gletser menyediakan 55 hingga 60 persen aliran air tawar tahunan global. Pegunungan dan gletser adalah sumber kehidupan bagi lebih dari 1,1 miliar orang yang tinggal di kawasan pegunungan, atau sekitar 15 persen populasi dunia, serta 2 miliar jiwa lainnya di daerah hilir yang bergantung pada air lelehan gletser. Gletser Terakhir Papua: 99 Persen Telah Lenyap Di uj...

Merawat Borobudur di Tengah Pusaran Kepentingan

Gambar
 “Acara-acara bertaraf internasional yang digelar di Borobudur dengan melibatkan para chef ternama, sering kali hanya melakukan penggalian permukaan tanpa menelusuri akar historis bahan pangan dan cara pengolahannya.” Langit Magelang mulai beranjak senja ketika para pegiat, akademisi, dan pemerhati budaya berkumpul dalam ruang virtual, Sabtu (14/3/2026). Mereka datang dengan satu pertanyaan besar: mampukah Borobudur tetap menjadi ruang damai di tengah tarikan kepentingan politik, ekonomi, dan agama yang kian kuat? Dibuka dengan pengantar dari pegiat budaya yang akrab disapa Pak Sucoro, diskusi segera merambah ke persoalan mendasar. "Borobudur itu bukan ruang mati," ujarnya. "Dia adalah ruang studi, ruang kontemplasi yang hidup. Tapi bagaimana mungkin orang merenung di tengah hiruk-pikuk industri pariwisata?" Jejak Kuliner yang Terlupakan Ary Budiyanto, peneliti sejarah kuliner dari Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya, membuka perspektif menarik....

Randu Alas dalam Dilema Candi Borobudur

Gambar
Isu randu alas di kawasan Candi Borobudur menjadi salah satu pemicu awal riset yang kemudian dituangkan dalam buku  antologi "Dilema Borobudur: Di antara Revolusi dan Rekonstruksi".  Ternyata pohon tua itu bukan sekadar vegetasi biasa, melainkan menyimpan nilai historis, filosofis, dan budaya sebagai "prasasti sosial" bagi masyarakat sekitar. Suasana diskusi (dok. Latifah) Demikian mengemuka dalam peluncuran buku tersebut di Kantor BRIN CWS Magelang, Kamis (12/3/2026) siang. Acara yang digelar secara hybrid ini diinisiasi oleh Yayasan Brayat Penangkaran bekerja sama dengan lembaga riset nasional, menghadirkan para peneliti, akademisi, budayawan, serta perwakilan pemerintah daerah. Buku sebagai Dokumentasi Perubahan Borobudur Sucoro Setrodiharjo, penggagas buku, menuturkan bahwa gagasan penulisan telah mengendap lama sejak 2008-2009, jauh sebelum Merapi meletus dan Borobudur terpapar abu vulkanik. Ia mengamati tarik-menarik kepentingan dalam pengelolaan warisan buday...

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Negeri Samurai Biru Juarai Sepak Bola Antaruniversitas se-Asia

Kopi, Chai Latte, dan Kecerdasan Buatan: Bisakah AI Membaca Perasaan Kita pada Suatu Tempat?

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Saat Kredit Plastik Hanya Jadi Mitos di Lapangan

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Hilirisasasi Jamu yang Tersekat di Meja Resep

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih