Ketika Warung Kopi Jadi "Laboratorium" Penelitian
Pengetahuan muncul melalui interaksi, bukan sebagai jawaban terisolasi, tetapi sebagai makna yang dibangun bersama Di tengah gempuran metode penelitian Barat yang kaku dan hierarkis, seorang akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya menawarkan cara yang lebih manusiawi: ngopi. Bukan sekadar gaya hidup, ngopi di warung kopi pinggir jalan hingga kedai kekinian kini diusulkan sebagai metode ilmiah yang sahih untuk menggali pengetahuan. Af'idatul Husniyah, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, merasakan kegelisahan akademik saat meneliti para guru di Indonesia. Metode wawancara semi-terstruktur yang dipelajarinya justru menciptakan suasana kaku. Para guru berbicara seadanya, seperti ada tembok yang membatasi. Baca juga: Guru yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Tuban Pengalaman ini ia catat dalam jurnal International Journal of Qualitative Methods berjudul "Ngopi as Methodology: Reclaiming Indonesian Practices for Knowledge Co-Creation ". Ia memaparkan, "Saya mengamati bahwa wawan...