Klitih, Kota Budaya, dan Stigma terhadap Anak Muda
Ketika mendengar kata klitih, banyak orang segera membayangkan sekelompok remaja bermotor yang menebar ketakutan di jalanan Yogyakarta Selama bertahun-tahun, pemberitaan mengenai klitih hampir selalu berfokus pada pelaku, korban, dan tuntutan agar hukuman diperberat. Namun sebuah penelitian terbaru dari Universitas Gadjah Mada mengajak masyarakat melihat persoalan ini dari sudut yang berbeda. Dalam artikel ilmiah yang terbit baru-baru ini (2026) di British Journal of Community Justice, Oki Rahadianto Sutopo dan Fuji Riang Prastowo menyoroti bagaimana klitih tidak hanya dipahami sebagai tindak kriminal, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang dibentuk oleh media, institusi, dan budaya masyarakat Yogyakarta. Artikel berjudul Regulating Youth through High Culture: Cultural Violence and Symbolic Stigmatization in a Monarchical City in Indonesia tersebut lahir dari penelitian lapangan yang melibatkan wawancara dengan narapidana muda, guru, petugas pemasyarakatan, pekerja sosial, ser...
