Menimbang Keadilan Sosial di Balik Program Makan Bergizi Gratis
Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati lahirnya Pancasila. Bukan sekadar upacara bendera atau pembacaan teks Saatnya menanyakan satu hal, apakah sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", benar-benar bekerja dalam kebijakan publik? Ambil contoh program unggulan pemerintah belakangan ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara ideologis, program ini sangat Pancasilais. Negara hadir untuk memberi makan anak-anak yang kekurangan gizi. Namun di lapangan, ceritanya tak selalu indah. Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Mimbar Keadilan pada Februari 2026 mengungkap fakta mencolok. Dalam delapan bulan pertama pelaksanaan MBG, Shintia Lailatul Firdaus dan Siti Dwi Astuti mencatat lebih dari 7.000 anak sekolah mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program tersebut. Angka ini bukan sekadar catatan, melainkan alarm. Mereka menyebut kondisi tersebut sebagai paradoks keadilan. Program yang dibuat untuk memberi malah menimbulkan risiko kese...
