Jika Kaesang Bersedia dan Menang, Depok Ikuti Kota Lain Dipimpin Anak Pemimpin Ataupun Mantan Pemimpin Negeri

Maraknya pemberitaan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, didorong untuk melaju sebagai calon walikota Depok sepertinya bukan isapan jempol belaka. Beberapa elemen dan kekuatan partai, terutama PDIP Kota Depok, terang-terangan mengusulkan agar pebisnis muda itu terjun ke dunia politik. Ketua DPC PDIP Depok Hendrik Tangke Allo yang juga anggota DPRD Kota Depok sejak beberapa saat lalu telah menyuarakan dukungannya agar Kaesang maju sebagai walikota Depok yang dipasangkan dengan Supian Suri, yang sekarang menjabat Sekretaris Daerah Kota Depok.

Ilustrasi apartemen yang mulai tumbuh di Kota Depok (pexels-marta-zwierzchoniewsk)

Dinasti Joko Widodo terjun ke dunia politik bukan hal baru. Anak dan menantu Joko Widodo sebelumnya telah berhasil terpilih menjadi walikota. Anak pertama Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka terpilih menjadi walikota Surakarta, sementara adik iparnya, Bobby Afif Nasution, suami dari Kahiyang Ayu, menjadi walikota Medan. Bukan tidak mungkin, keberhasilan keduanya ini berpengaruh terhadap simpati para pendukung dan simpatisan Joko Widodo di wilayah Kota Depok untuk menggaet putra lainnya, yang kebetulan juga sering tertangkap media karena kiprahnya di arena publik, baik sebagai pengusaha maupun bos dari klub kebanggaan masyarakat Solo, Persis. Di sektor bisnis, outlet aneka makanan olahan dari pisang, Sang Pisang, cukup ramai di berbagai kota. Sejauh ini telah menjangkau 25 kota dengan lebih dari 73 outlet di seluruh Indonesia.

Tentu sementara ini masih wacana, termasuk wacana di kalangan politisi di Kota Depok. Jika dikaitkan dengan strategi untuk merebut Depok-1 yang selama ini masih dipegang kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), strategi ini bukan suatu hal aneh mengingat kuatnya pengaruh PKS di Kota Depok. Beberapa kali pilkada di Kota Depok, kader yang diusung PDIP selalu rontok. Bukan mustahil, di benak para pengusung Kaesang, perlu dihadirkan sosok yang bisa menyaingi kuatnya pengaruh PKS di Kota Depok.  

Jika memang nantinya Kaesang yang terlahir 25 Desember 1994 itu bersedia maju dan sekali lagi seandainya memenangi Pilkada Depok, maka Depok akan mengikuti beberapa kota lain di belahan dunia lain yang dipimpin anak presiden atau pemimpin negeri itu. Fakta ini menepikan kota-kota yang dipimpin dinasti politisi tertentu yang menempatkan kekuasaan setempat kepada keluarga mantan pejabat publik tersebut. Anak ataupun keluarga politisi di level nasional yang terpilih menjadi bupati maupun walikota, juga tidak termasuk di sini.

Berikut deretan kota-kota di belahan dunia lain, selain Medan dan Surakarta, yang dipimpin anak presiden maupun mantan presiden atau pimpinan negara.

1. Dushanbe, Tajikistan

Kota ini dipimpin oleh anak tertua Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon yang bernama Rustam Emomali. Disebutkan, Rustam memiliki gelar dari tiga kampus berbeda dan mempunyai kemampuan berbahasa Russia, Inggris dan Jerman. Sebelum menjadi walikota, sosoknya telah berpengalaman dalam politik dan pemerintahan di bawah kepemimpinan ayahnya.

2. Jiaxing, Propinsi Zhejiang, China

Anak mantan Presiden China Hu Jiuanto menjadi walikota di Jiaxing, Propinsi Zhejiang di wilayah timur China.  Hu Haifeng, nama walikota tersebut, menggantikan cucu mantan pemimpin China Deng Xiaoping, Deng Zhuodi, yang berpindah menempati jabatan barunya sebagai deputi sekretaris Partai Komunis di wilayah Guangxi.

3. Davao, Filipina

Kota ini tidak lepas dari sosok keluarga Rodrigo Duterte yang kemudian menjadi presiden Filipina. Anak Duterte, Sara Duterte yang sekarang menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Ferdinan Marcos Jr sebelumnya menjadi walikota Davao. Kursi walikota Davao yang kosong itu tidak perlu menunggu lama lagi karena Sebastian Duterte, adik Sara, kemudian mengisinya. Sebastian, bungsu Rodrigo dari istri pertamanya ini sebelumnya dikenal sebagai penyuka olahraga surfing dan kerap muncul di acara reality show yang mengupas tentang perjalanan traveling-nya.

MN, dari berbagai sumber.

Komentar