-->

Mendekatkan ASN Kota Manado dengan Bank Sampah

Daratan dan lautan akan tercemari sampah, bukan hanya sekadar ketakutan. Namun kini sudah semakin mendekati kenyataan

Kalimat itu menjadi pembuka dalam sesi seminar yang diselenggarakan pemerintah Kota Manado dengan tema, "Mengintegrasikan Sampah dalam Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Manado", pada hari Kamis Kamis, 9 Juli 2026. Narasumber yang dihadirkan yaitu Annie Wahyuni, Public Affair and Sustainability dari perusahaan Danone Aqua. Pembicara adalah alumni S1 dan S2 Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan aktif dalam asosiasi kemasan di Indonesia. 

Otniel K. Tewal, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado (sumber: tangkapan layar)

Dalam pidato pembukaannya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado, Otniel K. Tewal menyambut baik gagasan Prabowo Subianto tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diimplementasikan di berbagai jenjang pemerintahan. Dalam hematnya, aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi role model dan teladan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari instansi pemerintah, dengan cara yang dapat dilakukan seperti menangani sampah plastik, penghematan energi dan menjadikan ruang kerja ASN sebagai lingkungan hijau agar menunjang produktivitas kerja."Ini semestinya menjadi budaya kerja pemerintah kota Manado sehari-hari", ujarnya. 

Baca juga: Modal Sosial dan Kolaborasi Permudah Kelola Sampah

Annie Wahyuni mengawali presentasinya dengan menekankan peranan dirinya dalam memberikan motivasi ASN di lingkungan pemerintahan Kota Manado dalam rangka pengurangan sampah di masyarakat. "Semoga Manado menjadi role model ASN sehingga Manado menjadi kebanggan untuk mengawali langkah pengurangan sampah ini", demikian terangnya. 

Berdasarkan data BPS 2018, ujar Annie, tingkat kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dalam konteks pelestarian lingkungan hidup paling rendah, yakni di angka 18 persen tingkat pedulinya. 

"Apa yang bisa dilakukan ASN? Yaitu antara ain mengintegrasikan budaya pengelolaan sampah. ASN menjadi contoh, menjadi pekerjaan yang sangat diminati oleh anak muda", sambungnya. 

40 tahun lalu, katanya, ada seorang anak, kalau hujan disuruh membuang sampah di pinggir kali. Lama lama hal itu menjadi kebiasaan. Kali menjadi penuh sampah. Padahal sampah memiliki waktu terurainya bahkan ada yang sampai mencapai ratusan tahun. Umur sampah paling lama kaca beling yang butuh waktu lebih kurang 500 tahun, aluminium 200 tahun, kertas makanan hancurnya 30 tahun, kertas 2 bulan dan yang paling cepat sampah organik 1 bulan lamanya. Menurut Ennie, mengutip Ellen Mcarthur, tahun 2050 plastik di laut akan lebih banyak ketimbang ikan. Harga ikan juga mulai meningkat karena sekarang di laut lebih banyak sampahnya dari pada ikannya. 

"Tapi kenyataannya kita tidak bisa menghindari plastik karena plastik diperlukan untuk melindungi makanan itu sendiri. Sampah plastik itu menurut NPAP hanya 24 persen, sisanya tidak terkelola. Plastik itu datang sebagai konsekuensi pilihan kita. Kita pingin simpel, pengin cepat. Perlu mengemas rapi dan estetik sehingga sampai waktu yang cepat dan tepat", sambungnya. 

Ia menandaskan, anak yang 40 tahun lalu disuruh membuang sampah di pinggir kali waktu hujan itu adalah dirinya yang kini justru beraktivitas dalam rangka pengelolaan sampah. 

Lanjutnya, pemilahan sampah di Indonesia  juga cenderung rendah, yaitu kurang dari 30 persen. Banyak ahli menyarankan solusi sampah saat ini dengan mengganti metode linear ke pendekatan sirkular. "Solusinya paling nyata sekarang pendekatan sirkular, bukan lagi kumpul angkut buang. Saat ini mulai banyak meninggalkan yang linear approach seperti itu", jelasnya. 

Dirinya juga mengingatkan agar ASN Kota Manado turut mengampanyekan makan sampai habis. "Kalau ada kegiatan kita perlu tulis, ambil secukupnya dan makan sampai habis. Syaa ingat, dulu awal tahun 2000an diajak ayah saya makan di restoran dan di situ kalau sisa, ada punishment. Sekarang ini sudah tidak ada lagi restoran yang seperti itu", sambungnya.    

Pada saat sesi tanya jawab, muncul pertanyaan dari Selvi yang berkantor di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado.  Saat ini, ujar Selvi, akan ada rencana pengalihan di tempat pembuangan akhir, dari open dumping ke sanitary landfill. "Jika masyarakat sudah memilah sampah, akan dibawa ke mana", tanya Selvi. 

Jawab Annie, saatnya memang sampah dipilah dan hal itu harus menjadi budaya bagi ASN Kota Manado. Kongkritnya adalah budaya membawa sampah ke bank sampah. "Saat ini banyak bank sampah berjuang untuk hidup. Jika ASN mau membudayakan memilah sampah baik di rumah maupun di kantor, maka itu langkah bagus, sehingga sampahnya tidak ke TPA. Ini di daerah lain juga kurang berjalan karena hanya basanya hangat di awal saja. Perlu ada kampanye lagi untuk memperkuat kesadaran seperti ini", jawabnya. 

Baca juga: Saat Kredit Plastik Hanya Jadi Mitos di Lapangan

Menurut David Christato Kokomore, yang menjadi moderator pada sesi itu menjelaskan mengenai program Giat Indonesia Asri dari pemerintah pusat, bahwa di Kota Manado pada setiap Selasa dan Jumat diadakan kegiatan bersih-bersih kantor. Untuk hari Selasa di kantor masing-masing, sementara di hari Jumat dipilih lokasi tertentu. Program ini sudah berjalan beberapa bulan, dibawah koordinasi DLH Kota Manado.

Di akhir paparannya, Annie menegaskan untuk kembali menggalakkan ASN sebagai penggerak bank sampah. Ia pernah datang ke Kupang dan di sana dirinya bertemu dengan pengelola bank sampah yang masih konsisten mengelola bank sampah. Ia bertanya kepada pengelola bank sampah itu mengenai keuntungan bank sampah. Di luar dugaannya ternyata dijawab, bank sampah itu mengurangi sampah yang menumpuk di TPA dan juga datangnya lalat. Begitu pula mengigat program beroperasinya truk kontainer pengangkut sampah. Walaupun truk kontainer ada, akan tetapi sudah tidak memuat sampah. Annie mengajak, ASN di Manado ini juga menjadi nasabah dan pengurus bank sampah. 

Melipirnews  

Posting Komentar

0 Komentar