Sisi Pribadi Penuh Inspirasi Rahmi Hatta Diputar Kembali dalam Ultah Seabadnya

Kelokan keras dan tajam suara Isyana Sarasvati mengguncangkan gedung Tennis Indoor Senayan saat menyanyikan lyric O mio babbino caro karangan Gianni Schicchi yang liriknya berisi pujian terhadap seorang ayah itu.

Itulah salah satu lagu kegemaran Rahmi Hatta, istri Bung Hatta yang malam itu kembali dikumandangkan oleh salah satu soprano Indonesia berkelas saat ini Isyana Sarasvati. Pengunjung pun berdecak kagum dengan lengkingan suara Isyana yang begitu tinggi dan jatuh rendah harmonis dengan iringan grup musik klasik. 

Meutia Hatta Swasono didampingi putranya, Tan Sri Zulfikar Yusuf 

Rahmi Hatta, Sabtu malam tanggal 5 September 2026 itu kembali dihidupkan lewat pentas dalam suasana pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka. Lewat serangkaian adegan di atas panggung, seolah mencerminkan keseluruhan hidup Rahmi Hatta, sosok yang menjadi pendamping hidup salah seorang proklamator Indonesia, Bung Hatta. Malam itu, keluarga besar Hatta, menggelar peringatan 100 tahun Siti Rahmiati Hatta dengan tajuk acara Fashion Performance Art bertajuk "RUMAH" di Tenis Indoor Senayan.

Baca juga: Konferensi Ulama Perempuan 'Aisyiyah Tegaskan Otoritas Intelektual Perempuan dalam Keilmuan Islam

Meutia Farida Hatta Swasono, putri sulung Rahmi Hatta dan Bung Hatta memberikan sambutan atas perayaan peringatan malam itu. Ia mewakili adik-adiknya mengungkap kembali perjalanan hidup Rahmi Hatta yang sengaja disusun dalam cerita dan konsep pertunjukan yang disebut "RUMAH". Adalah sebuah konsep yang diangkat berdasarkan memori, catatan keluarga, serta koleksi wastra atau busana pribadi Rahmi Hatta yang dirawat oleh Meutia dan keluarga besar Hatta, yang kembali diulas di atas panggung. 

Rahmi Hatta adalah sosok pejuang perempuan yang saat itu sebagai istri wakil presiden turut mendampingi suaminya turun ke pelosok desa. Meutia mengulas, "Ibu saya sebelum ramainya isu pemberdayaan perempuan telah membuktikan kepeduliannya terhadap pemberdayaan perempuan. Ibu saya sangat mencintai produk lokal terutama koleksi kain tradisional atau wastra nusantara yang dirawatnya dan juga sangat peduli dengan industri pariwisata," tutur Meutia. 

Sekaligus ini menunjukkan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan budaya dan memajukan ekonomi lokal dengan aktif sebagai penggerak hidupnya kain tradisional dan pariwisata.

Maudy Koesnaedy yang membacakan biografi Rahmi Hatta dalam format monolog, menyebut kisah hidup Rahmi Hatta sejak masa lulus dari Het Christelijk Lyceum (HCL), sekolah setingkat SMA dan lantas dinikahi oleh Bung Hatta di usianya yang ke-18 tahun. Hal ini juga sesuai dengan sumpah Bung Hatta yang belum akan menikah hingga Indonesia merdeka. 

Ayah Rahmi Hatta, Haji Abdul Rachim, adalah tokoh nasionalis di Bandung sekaligus sahabat dekat Bung Karno semenjak masa pergerakan. Ayah Rahmi merupakan pegawai di perusahaan kereta api negara kolonial, Staatsspoorwegen (SS). 

Keluarga Inggit Garnasih, istri Bung Karno, yang juga dekat dengan keluarga besar Rachim secara otomatis mengenal dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Siti Rachmi. Inggit-lah salah satu orang yang mendorong Hatta untuk segera meminang Rahmi.

Selanjutnya bait demi bait kata dalam monolog Maudy menyoroti keteguhan hati Rahmi dalam mendampingi jatuh-bangun perjuangan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden pertama RI dan juga sebagai sosok perempuan yang memberi kesan kuat bagi anak-anaknya. 

Disebutkan juga dalam monolog si Jaenab, sosok perempuan lugu dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu, bagaimana Rahmi belajar beradaptasi dengan kedisiplinan tinggi Bung Hatta, yang kemudian menerapkan pola asuh yang penuh kasih namun tegas untuk mendidik putri-putrinya menjadi perempuan-perempuan yang berpendidikan dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Kopi, Dipopulerkan Para Sufi Hingga Filsof Sir Francis Bacon

Pentas malam itu dimulai pukul 19.30 dan diakhiri sekitar pukul 22.00 malam. Standar tingkat tinggi keamanan diterapkan dalam penyelenggaraan pentas malam itu, dengan hadirnya tim keamanan yang profesional. Setiap pengunjung yang merupakan para kolega dan tamu dari keluarga besar Bung Hatta diharuskan melewati ruang pemindai tiket undangan. Menjelang masuk ruangan pun juga pengecekan standar tinggi terhadap seluruh badan pengunjung dilakukan oleh penjaga di pintu masuk. 

Beberapa menteri turut hadir malam itu, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Zaena Eko/Melipirnews


Posting Komentar

0 Komentar