Bagaimana Nasib Piala AFF setelah FIFA ASEAN Cup selesai digelar yang pertandingan puncaknya dilangsungkan 5 Oktober 2026 kemarin? Indonesia menjadi kampiun turnamen pertama ini, meski di ajang Piala AFF sejak bernama Piala Tiger tahun 1996 , Indonesia belum pernah sekalipun menjadi juara.
Apakah AFF Cup, yang terbaru dinamakan AFF Hyundai Cup akan tersaingi oleh kehadiran FIFA ASEAN Cup? Sejauh ini belum ada suara dari petinggi AFF bahwa turnamen AFF yang menginduk kepada AFC akan mendapatkan pesaing. Belum juga ada suara keberatan dari pihak AFC yang dibertakan media. Malahan AFC banyak membantu dengan penugasan wasit dari negara AFC, pemilihan negara di luar ASEAN dan dijadikan ajang pemanasan untuk AFC Asian Cup yang akan dilangsungkan pada Januari hingga Februari tahun depan di Saudi Arabia.
Dewan dan pimpinan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), terutama diwakili oleh Presiden AFF Mayor Jenderal Khiev Sameth sendiri secara terbuka berbicara tentang Piala FIFA ASEAN dengan dukungan pada persatuan, pembangunan regional, dan kerja sama penuh. Alih-alih melihat turnamen ini sebagai gesekan yang tidak diinginkan, manajemen dewan AFF fokus pada beberapa poin utama mengenai hubungan mereka dengan FIFA:
Baca juga: Dari Kamp Pengungsian Mengangkat Australia di Piala Dunia 2026
Mungkin juga menjadi pertanyaan menggelitik buat penggemar sepakbola di Indonesia. Mengapa FIFA sampai dibela-belain mengurus anggotanya yang peringkatnya sekitar 100 bahkan hingga peringkat 200? Ranking tertinggi ASEAN dipegang Thailand yang menempati urutan 93 dunia. Inilah permainan FIFA sesungguhnya. Bahwa semua kalender harus disesuaikan dengan kalender pertandingan FIFA jika menginginkan raihan poin tinggi FIFA dan tentu saja cuan dari lembaga yang mengurusi sepakbola sejagad ini.
Dalam pernyataan resminya, Presiden AFF Khiev Sameth terus menekankan "semangat persatuan, kolaborasi, dan saling menghormati" yang mendefinisikan hubungan kawasan dengan FIFA. Dewan AFF secara resmi mendukung inisiatif ini, menegaskan bahwa turnamen ini adalah proyek pengembangan bersama yang disepakati setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) selama 5 tahun pada KTT ASEAN di Kuala Lumpur. President FIFA Gianni Infantino dan Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn meluncurkan FIFA ASEAN Cup pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.
Perhatian FIFA kepada negara anggotanya juga tidak kecil. Melalui program unggulan FIFA Forward 3.0 (siklus empat tahunan yang berjalan hingga akhir 2026), AFF menerima alokasi pendanaan khusus yang ditujukan langsung untuk pengembangan sepak bola regional. Sebagai asosiasi zona/regional resmi di bawah naungan konfederasi (AFC), saluran dana yang berhak diakses oleh AFF terbagi ke dalam dua skema utama, yaitu dana khusus kepada AFF sebagai lembaga, dan pendanaan untuk 12 negara asosiasi anggota AFF.
Sebagai salah satu dari 13 asosiasi regional yang diakui dunia, AFF menerima alokasi dana hingga USD 5 juta per siklus (atau setara USD 1 juta per tahun). Berdasarkan regulasi FIFA Forward 3.0, seluruh dana ini wajib dialokasikan secara ketat untuk penyelenggaraan kompetisi regional lintas usia, baik untuk kategori sepak bola pria, wanita, maupun sepak bola usia muda (youth tournaments) serta untuk meringankan biaya logistik operasional pertandingan di kawasan Asia Tenggara.
Selain dana yang diterima AFF sebagai lembaga, aliran dana terbesar dari FIFA Forward sebenarnya mengucur langsung ke 12 negara anggota federasi AFF (seperti Indonesia/PSSI, Thailand/FAT, Vietnam/VFF, dll.). Di bawah siklus 3.0, setiap negara anggota berhak mendapatkan total dana maksimal hingga USD 8 juta. Jika diakumulasikan, total ekosistem sepak bola di bawah AFF berpotensi menyerap hingga USD 96 juta dari FIFA, dengan rincian per negara anggota memerlukan dana operasional hingga hingga USD 5 juta per federasi untuk membiayai tata kelola harian, administrasi, gaji staf, dan akomodasi tim nasional. Selanjutnya juga dana proyek spesifik sebesar USD 3 juta per federasi yang dirancang untuk pembangunan infrastruktur jangka panjang.
Misalnya, PSSI menerima kucuran dana spesifik sebesar USD 5,4 juta dari instrumen FIFA Forward untuk membangun fasilitas Pusat Pelatihan Nasional (National Training Centre) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Lalu Kamboja memanfaatkan sokongan dana FIFA Forward secara terstruktur sejak 2016 guna mendanai kompetisi liga domestik U-18, akademi usia muda, serta pemasangan puluhan lapangan sepak bola berstandar internasional.
Sinergi finansial inilah yang melatarbelakangi mengapa manajemen AFF menyambut hangat kerja sama turnamen baru seperti FIFA ASEAN Cup, mengingat FIFA memegang peranan krusial sebagai penyokong dana utama modernisasi sepak bola di Asia Tenggara.
Baca juga: Apa Saja Faedah Meditasi dan Yoga? (Menyambut Hari Yoga Sedunia)
Meski federasi bekerja sama sepenuhnya, media olahraga dan analis Vietnam (termasuk outlet terkenal seperti ZNews dan Báo Tiền Phong) mengungkapkan skeptisisme terbuka terkait keberlanjutan turnamen ini dalam jangka panjang. Sebagian pers Vietnam mengkritik keras FIFA ASEAN Cup sebagai tambahan yang 'cacat' di kalender sepak bola yang sudah padat, secara terbuka mempertanyakan apakah ini merupakan kreasi buatan daripada acara sepak bola yang benar-benar dibutuhkan. Namun media Vietnam lokal lain juga menulis bahwa tradisi 30 tahun dari Piala ASEAN asli tetap menjadi 'kejuaraan regional sejati' di hati para penggemar.
Vietnam sendiri menggunakan turnamen FIFA ASEAN Cup perdana ini untuk secara agresif menguji pemain naturalisasi dan bintang Vietnam asal luar negeri (seperti Nguyễn Xuân Sơn/Rafaelson dan Patrik Lê Giang). Setelah finis di posisi ke-4 usai kalah 1-0 di semifinal dari Malaysia, pimpinan VFF secara terbuka menyebut partisipasi pemain naturalisasi ini kurang memuaskan. Pejabat federasi Vietnam mencatat bahwa beberapa pemain asal luar negeri kesulitan memenuhi standar profesional di bawah tekanan tinggi di Indonesia. Ke depannya, VFF menegaskan bahwa fondasi sepak bola Vietnam akan terus mengandalkan pembinaan usia muda dan pengembangan liga domestik, bukan hanya mengandalkan talenta impor.
Melipirnews

0 Komentar