Kopi di Rumah Serasa di Kafe

🛒 Beli Sekarang

Dari Kamp Pengungsian Mengangkat Australia di Piala Dunia 2026

Piala Dunia tahun 2026 ini menampilkan Australia dengan wajah baru. Tim Australia bukan hanya beranggotakan multiras, melainkan juga ditopang oleh para keluarga bekas pengungsi

Skuad tim Australia tahun ini berisikan para pemain dari latar belakang pengungsi korban konflik di negara asalnya. Orangtua mereka melakukan perjalanan yang berbahaya untuk menyelamatkan diri dari kepungan perang dan konflik dari negara asal. 

Image by pngtree.com

Berikut tiga nama pemain penting tim nasional Australia yang tampil di Piala Dunia 2026 yang berasal dari keluarga pengungsi. 

Mohamed Touré 

Orang tua Mohamed Touré hidup sebagai pengungsi di Guinea selama 14 tahun setelah melarikan diri dari perang di Liberia. Mohamed lahir di ibu kota Guinea, Conakry. Keluarga ini menerima dukungan dari UNHCR selama bertahun-tahun sebelum mereka menetap di Australia dan membangun kehidupan baru. Sang ayah, Mohamed, Amara, selalu memiliki semangat untuk sepak bola dan ia memperkenalkan anak-anaknya pada permainan ini saat mereka pindah ke Adelaide. Mohamed dan saudara-saudaranya, Al Hassan dan Musa, tumbuh bermain bersama anak-anak pengungsi lainnya di Adelaide, Australia. 

Baca juga: Fakta Unik dan Menyentuh Seputar Piala Dunia

Touré memulai karirnya di Adelaide United dari tahun 2020 hingga 2022. Di klub ini ia memulai debutnya pada Februari 2020 dan mencetak gol pertamanya yang menjadikannya pencetak gol termuda sepanjang sejarah A-League Men. Selanjutnya ia memulai petualangannya ke Eropa dengan bermain di klub Prancis, Stade de Reims, antara tahun 2022 hingga 2024. Meninggalkan Prancis, kemudian berpindah ke Denmark dengan membela klub Randers FC dari tahun 2024 hingga 2026. Februari tahun 2026 ini, klub Inggris, Norwich City merekrutnya dengan kontrak jangka panjang

Nestory Irankunda

Nestory Irankunda lahir di Tanzania dari orang tua pengungsi Burundi yang melarikan diri dari kerusuhan sipil. Nestory datang bersama orangtuanya tahun 2006, saat dirinya masih bayi. Kemudian ia tumbuh besar di Adelaide, dan menemukan passion besar untuk bermain sepak bola dan mengasah kemampuannya dengan mengikuti tarkam lokal.

Bakatnya segera dikenal luas dan pada 2021 dia menandatangani kontrak beasiswa dengan klub Adelaide United. Saat itulah ia memulai langkah pertamanya terjun ke dunia sepak bola profesional. Raksasa Bundesliga, Bayern Munich tertarik merekrutnya dan bermain antara tahun 2024 hingga 2025, yang sayangnya hanya bermain untuk tim cadangan sebelum dipinjamkan ke Grasshopper Zurich. Sekrang ia bermain untuk klub Watford, Inggris. 

Namun penampilannya tetap dilirik pelatih timnas Australia, Tony Popovic. Ia terus berkembang dan sekarang menjadi salah satu pemain muda paling menarik di Australia. Golnya melawan Türkiye pada pertandingan pembuka Socceroos di Piala Dunia 2026 membuat Australia memimpin saat babak pertama berakhir. Pemain berusia 20 tahun ini dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat debutnya yang luar biasa di Piala Dunia.

Awer Mabil

Setelah orang tuanya melarikan diri dari perang saudara di Sudan, Awer Mabil lahir di Kenya dan menghabiskan masa kecilnya di kamp pengungsi Kakuma. Di Kakuma, Awer pertama kali jatuh cinta pada sepak bola. Seperti banyak anak-anak di kamp pengungsi, ia bermain dengan bola yang terbuat dari kaus kaki yang digulung dan kantong plastik sambil bermimpi suatu hari bermain di level tertinggi.

Baca juga: Tim Medis Perempuan Mencetak Sejarah di Piala Dunia

Setelah tiba di Adelaide bersama keluarganya pada tahun 2006, Awer terus mengembangkan keterampilannya lewat sepak bola lokal sebelum menandatangani kontrak dengan Adelaide United dan menjadi salah satu debutan termuda klub itu. Sejak itu, dia telah mewakili Australia di Piala Dunia FIFA di Qatar. Dia kembali ke panggung dunia untuk Piala Dunia 2026 sebagai penyerang bagi tim Socceroos.

Di luar lapangan, Awer juga menciptakan peluang bagi orang lain. Pada 2023, dia diakui sebagai Pemuda Australia Terbaik, karena pekerjaan kemanusiaannya dan terus mendukung komunitas pengungsi melalui olahraga dan pendidikan.

Melipirnews, dari berbagai sumber

Komentar

POPULER SEPEKAN

Sunset, Ular, dan Tri Sandya di Tanah Lot

Langkah Kecil untuk Atasi Masalah Sampah Perkotaan yang Membesar

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Rencana Investasi Bisa Ambyar Jumpai Tanah Bersertifikat Ganda

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Fakta Unik dan Menyentuh Seputar Piala Dunia

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Prediksi Manfaat Program Makan Siang Gratis di Sekolah

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Gedung Megah Kampus Buddhis Bukan Pajangan, Tapi Tempat Lahirkan Gagasan

Kopi, Dipopulerkan Para Sufi Hingga Filsof Sir Francis Bacon

Petani di Depok Panen Uwi Berukuran Jumbo

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih