Depok Barat Makin Menggeliat

Jembatan layang Gaplek. Sumber: poskota.co

Jika masih ingat pernah melipir ke arah Parung dari Ciputat sekitar sepuluh sampai lima belas tahun lalu, tepatnya tahun 2000-an awal, maka tentu masih ingat bayangan kengerian melewati jalanan malam yang sepi dan gelap. Banyak lahan kosong yang ditumbuhi belukar di sisi kanan dan kiri jalan. Lampu penerangan pun dari dulu itu sampai sekarang juga tidak redup amat, walau tak juga pernah benar-benar terang. Beruntung ada kantor polisi resot Sawangan di jalanan itu, sehingga hati yang berdegup sedikit ditenangkan.

Mobil penumpang umum didominasi angkutan mobil model Suzuki Carry yang mengambil jalur antara Parung ke Lebak Bulus dan sebaliknya, sama satu lagi antara Parung dan Ciputat. Kedua angkutan umum ini berpisah di perempatan Gaplek, Pondok Cabe. Sisanya ojek motor yang mangkal di beberapa titik.

Dulu itu pula jalanan menuju Parung hingga Bogor ini disesaki kupu-kupu malam yang siap dibuai oleh pria si hidung belang. Perempuan-perempuan muda itu telah siap dengan kostum terbukanya sejak sehabis matahari mengemasi dirinya menjelang terbenam. Mereka rela berdiri di pinggir jalan menunggu pinangan pengendara yang lewat di jalanan itu. Lalu, di sepanjang jalan antara Parung dan Bogor itu dulu amat terkenal seantero Jakarta dan menjadi rahasia umum merupakan tempat pria-pria menemukan kesenangan yang walaupun mungkin bukan ketenangan tentunya.

Jika belum lewat lagi sejak itu, maka lewatlah sekarang. Jangan heran jika semua bayangan masa lalu itu telah usang. Kini tidak lagi gampang dijumpai perempuan-perempuan muda bergincu tebal menunggu di pinggir jalan. Kebun-kebun kosong hampir tidak tersisa. Penjual tanaman hias pun kini tinggal hitungan jari. Sebagai gantinya, tumbuh bangunan beton yang berderet-deret. The Park Sawangan menjadi ikon baru di kawasan ini. Resto-resto cepat saji dari Amerika, Korea, Jepang dan Arab tidak mau ketinggalan. Komplek-komplek perumahan baru susul menyusul. Tentu tidak boleh ketinggalan jalan layang Gaplek yang dulu sempat diprotes pembangunannya, yang semakin memperlancar perjalanan dari jebakan macet menahun di perempatan itu dahulu.

Di sini pula akan menemukan dalam satu jam, pengendara bisa dikatakan melewati tiga provinsi. Dimulai dari kawasan Jakarta Selatan (Lebak Bulus), Ciputat (Banten), hingga Sawangan (Jawa Barat). Perusahaan otobus sudah banyak memarkirkan kendaraannya di terminal-terminal bayangan di kawasan ini. Dulu semuanya harus ke Terminal Lebak Bulus terlebih dahulu. Terminal Pondok Cabe juga tak serapi sekarang. Beragam kelas bus ditawarkan untuk mengantar penumpang ke tempat yang jauh, mulai dari kelas ekonomi hingga sleeper bus.

Hanya saja masih ada titik kemacetan yang sejak lama belum banyak perkembangan yakni di titik pertigaan pasar Parung. Jika saja dilihat titik strategisnya, pasti semua mata akan tertuju di titik ini. Masyarakat dari Ciseeng dan Serpong bertemu dengan masyarakat dari Bogor, Depok dan Jakarta. Namun sampai hari ini suasananya belum banyak berubah, masih seperti dulu. Berharap saja semoga makin terbawa arus magnet dari kawasan Depok Barat ini.

Tidak berlebihan bila diramalkan kawasan ini bakal menjadi metropolitan baru di kawasan selatan Jakarta. Tentu masih terbuka peluang untuk berinvestasi di kawasan ini. Selamat mencoba.

Melipir News

Komentar