Kopi di Rumah Serasa di Kafe

🛒 Beli Sekarang

Petani di Depok Panen Uwi Berukuran Jumbo

Waluyo, seorang petani di kawasan Sawangan, Depok baru-baru ini mengunggah hasil panen tanaman uwi-nya. Hasilnya cukup mencengangkan. Selain jumlahnya banyak, juga bentuk uwi-nya besar-besar

Tangan terampilnya memang tidak bisa tinggal diam. Menjadi petani dan peternak merupakan kesenangannya, walaupun lahan yang diolahnya merupakan lahan fasilitas umum yang disediakan pihak pengembang di kawasan komplek perumahan di mana ia tinggal. Job bidang jaringan kabel kantor model Private Automatic Branch Exchange (PABX), teknologi jaringan komunikasi antarruang dan divisi perkantoran elite yang dulu sempat membuatnya sibuk, pun semakin sepi. Semenjak android dan telephone pintar tersebar secara luas, tangan dan peralatannya pun tak ramai lagi yang memanggil. Jasanya pun semakin kurang dibutuhkan. 

Waluyo, petani pembudidaya tanaman uwi (istimewa)

Selama beberapa tahun ini, seiring dengan pudarnya kejayaan PABX, pria asal Banjarnegara ini pun mulai berkutat dengan aneka ternak dan tanaman pertanian. Di lahan pertanian milik bersama itu, ia budidayakan beberapa jenis ikan, beternak ayam, menanam berbagai sayuran hingga umbi-umbian. Tanaman uwi pun ia mulai tanam sejak 1,5 tahun lalu dan hasilnya baru-baru ini dipetiknya. 

Baca juga: Gorengan Khas Jepang dan Impor Minyak Sawit dari Indonesia

Apa sih Tanaman Uwi?

Tanaman Uwi (dioscorea alata) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berpotensi sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Berdasarkan penelusuran sejumlah artikel, tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi seperti zat pati, amilosa, amilopektin dan kadar gula. Akibatnya, tanaman ini sangat sesuai sebagai sumber energi dan juga sebagai taman pangan alternatif.

Tanaman uwi juga memiliki potensi sangat besar sebagai sumber ketahanan pangan. Budidaya tanaman uwi cukup mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun bila dilakukan dengan budidaya yang tepat, tentu akan menambahkan keuntungan bagi petani karena akan menghasilkan umbi yang besar-besar. Jenis varietas tanaman uwi ini juga berbagai macam, antara lain  Alai, Salabangga, Lembet, Danggang, Kasiabang, Butun, Potil Mela, dan Potil Mbol. 

Baca juga: Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Tantangan Budidaya Uwi

Hambatan memang tidak terhindarkan dari tanaman ini. Masa tanam yang cukup lama, antara lain membuat tanaman ini kurang dilirik. Waktu panen umbi cukup lama, yakni antara 8–10 bulan, pengadaan bibit yang cukup sulit karena jarang berbunga, sehingga pengembangbiakan dilakukan dengan cara vegetatif melalui umbi. 

Di samping itu, keengganan petani untuk menanam uwi disebabkan nilai ekonomi yang rendah. Begitu pula tingkat pemahaman tentang kebermanfaatan karena belum tereksplorasinya manfaat dari uwi.

Prospek uwi sebagai bahan diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mengembangkan produk olahan uwi menjadi produk setengah jadi seperti tepung, yang dapat digunakan untuk diversifikasi menjadi bentuk olahan makanan lain. Kini sudah mulai dirintis pengolahan tepung uwi menjadi makanan modern seperti cake, flakes, muffin, bihun atau mie, atau sebagai pengental pudding, saus dan vla, selain tetap menjadi favorit bagi penyuka menu tradisional seperti perkedel, kolak, dan klepon dari uwi.

Melipirnews

Komentar

POPULER SEPEKAN

Rencana Investasi Bisa Ambyar Jumpai Tanah Bersertifikat Ganda

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Sunset, Ular, dan Tri Sandya di Tanah Lot

Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Fakta Unik dan Menyentuh Seputar Piala Dunia

Warga Myanmar Pelintas Batas: Perjuangan Diam-diam Mempertahankan Ruang Aman di Tengah Konflik

Langkah Kecil untuk Atasi Masalah Sampah Perkotaan yang Membesar

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Gedung Megah Kampus Buddhis Bukan Pajangan, Tapi Tempat Lahirkan Gagasan

Kopi, Dipopulerkan Para Sufi Hingga Filsof Sir Francis Bacon

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih