Petani di Depok Panen Uwi Berukuran Jumbo

Waluyo, seorang petani di kawasan Sawangan, Depok baru-baru ini mengunggah hasil panen tanaman uwi-nya. Hasilnya cukup mencengangkan. Selain jumlahnya banyak, juga bentuk uwi-nya besar-besar

Tangan terampilnya memang tidak bisa tinggal diam. Menjadi petani dan peternak merupakan kesenangannya, walaupun lahan yang diolahnya merupakan lahan fasilitas umum yang disediakan pihak pengembang di kawasan komplek perumahan di mana ia tinggal. Job bidang jaringan kabel kantor model PABX, teknologi jaringan komunikasi antarruang dan divisi perkantoran elite yang dulu sempat membuatnya sibuk, pun semakin sepi. Semenjak android dan telephone pintar tersebar secara luas, tangan dan peralatannya pun tak ramai lagi yang memanggil. Jasanya pun semakin kurang dibutuhkan. 

Waluyo, petani pembudidaya tanaman uwi (istimewa)

Selama beberapa tahun ini, pria asal Banjarnegara ini pun berkutat dengan aneka ternak dan tanaman pertanian. Di lahan pertanian milik bersama itu, ia budidayakan beberapa jenis ikan, beternak ayam, menanam berbagai sayuran hingga umbi-umbian. Tanaman uwi pun ia mulai tanam sejak 1,5 tahun lalu dan hasilnya baru-baru ini dipetiknya. 

Baca juga: Gorengan Khas Jepang dan Impor Minyak Sawit dari Indonesia

Tanaman Uwi (dioscorea alata) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berpotensi sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Berdasarkan penelusuran sejumlah artikel, tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi seperti zat pati, amilosa, amilopektin dan kadar gula. Akibatnya, tanaman ini sangat sesuai sebagai sumber energi dan juga sebagai taman pangan alternatif.

Tanaman uwi juga memiliki potensi sangat besar sebagai sumber ketahanan pangan. Budidaya tanaman uwi cukup mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun bila dilakukan dengan budidaya yang tepat, tentu akan menambahkan keuntungan bagi petani karena akan menghasilkan umbi yang besar-besar. Jenis varietas tanaman uwi ini juga berbagai macam, antara lain  Alai, Salabangga, Lembet, Danggang, Kasiabang, Butun, Potil Mela, dan Potil Mbol. 

Baca juga: Terasa di Sini, Kretek Indonesia Masih Jaya

Hambatan memang tidak terhindarkan dari tanaman ini. Masa tanam yang cukup lama, antara lain membuat tanaman ini kurang dilirik. Waktu panen umbi cukup lama, yakni antara 8–10 bulan, pengadaan bibit yang cukup sulit karena jarang berbunga, sehingga pengembangbiakan dilakukan dengan cara vegetatif melalui umbi. 

Di samping itu, keengganan petani untuk menanam uwi disebabkan nilai ekonomi yang rendah. Begitu pula tingkat pemahaman tentang kebermanfaatan karena belum tereksplorasinya manfaat dari uwi.

Prospek uwi sebagai bahan diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mengembangkan produk olahan uwi menjadi produk setengah jadi seperti tepung, yang dapat digunakan untuk diversifikasi menjadi bentuk olahan makanan lain. Kini sudah mulai dirintis pengolahan tepung uwi menjadi makanan modern seperti cake, flakes, muffin, bihun atau mie, atau sebagai pengental pudding, saus dan vla, selain tetap menjadi favorit bagi penyuka perkedel, kolak, klepon dari uwi.

Melipirnews

Komentar

POPULER SEPEKAN

Hilirisasasi Jamu yang Tersekat di Meja Resep

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Sekolah Rakyat Diperuntukkan Bagi Kaum Miskin

Membaca Krisis Air Lewat Folklor dan Ekoteologi

Jadi Nama Rumah Sakit dan Jalan, Tapi Kurang Sepopuler Cut Nyak Dien

Kopi, Chai Latte, dan Kecerdasan Buatan: Bisakah AI Membaca Perasaan Kita pada Suatu Tempat?

Alih Naskah Pecenongan, Jakarta ke Panggung Imajinasi Lagu dan Komik

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Negeri Samurai Biru Juarai Sepak Bola Antaruniversitas se-Asia

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Kopi, Chai Latte, dan Kecerdasan Buatan: Bisakah AI Membaca Perasaan Kita pada Suatu Tempat?

Hilirisasasi Jamu yang Tersekat di Meja Resep

Saat Kredit Plastik Hanya Jadi Mitos di Lapangan

Sekolah Rakyat Diperuntukkan Bagi Kaum Miskin

Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Untuk pengembangan kanal ini, kami membuka donasi melalui link Paypal di SINI. Terima kasih