Melipir Mewarnai Gerabah di Museum Benteng Vredeburg

Lokasi mewarnai gerabah ini berada di teras gedung diorama 2
Melipir ke Yogyakarta tanpa mengunjungi Museum Benteng Vredeburg rasanya kurang lengkap. Setelah ditutup untuk umum karena proses renovasi tahun lalu, kini museum sudah bisa dikunjungi kembali. 


Mewarnai gerabah di teras gedung diorama 2 Museum Vredeburg (Melipirnews)



Masih mengandalkan 4 gedung utama yang menyajikan sejarah memperjuangkan kemerdekaan tahun 1945 dan mempertahankannya, terkait khusus peristiwa bersejarah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, pengunjung dapat pula merasakan nuansa yang lain, yakni kesenian.

Pengunjung akan diajak menikmati seni musik. Sambutan selamat datang dihadirkan dengan kelembutan alunan musik klasik. Mereka berasal dari sebuah sekolah musik di Yogyakarta.

Selain ditampilkan kuarter anak-anak muda yang piawai dalam alat musik gesek yang menyajikan lagu-lagu klasik di dekat pintu  masuk utama, pengunjung juga bisa mencoba menghabiskan waktu dengan menikmati seni lukis. Pengunjung dapat mencoba sensasi menggambar gerabah

Lokasi mewarnai gerabah ini berada di teras gedung diorama 2. Saat Melipirnews menyambangi musium ini awal April 2025, tampak beberapa anak diiringi orangtuanya memanfaatkan wahana seni ini. Bahan gerabah dan alat lukis disediakan oleh pihak penyelenggara dengan mengganti sejumlah uang. Harganya pun cukup terjangkau. 

Gerabah yang disajikan cukup dikenal anak-anak, seperti celengan, gelas, maupun bentuk hewan. Petugas dari Moleklek Art and Craf siap membantu orangtua yang anaknya ingin berkreasi setelah capek berkeliling museum.

Jenis gerabah yang bisa diwarnai lengkap dengan tarifnya (Melipirnews)



Pihak museum menggandeng Moleklek Art and Craft, sebuah lembaga seni kreatif yang berasal dari Berbah, Sleman. Lembaga ini cukup eksis dikenal menampilkan pembuatan gerabah dalam berbagai bentuknya. Tak hanya itu, Moleklek sekaligus juga menyediakan peralatan mewarnainya. Beberapa lembaga besar seperti Universitas-universitas Gadjah Mada (UGM) pun pernah berkolaborasi dengan lembaga ini.

Dilihat dari media sosialnya, Moleklek cukup aktif melakukan layanan seni menggambar gerabah ini. Lingkupnya sudah bisa melayani permintaan sekitar DIY dan Jawa Tengah. 

Melipirnews

Komentar

POPULER SEPEKAN

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Sukabumi dalam Prosa Du Perron, Sastrawan Belanda Tempo Dulu

Klitih, Kota Budaya, dan Stigma terhadap Anak Muda

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil

Borobudur dan Krisis Makna di Halaman Rumahnya Sendiri

Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia

Kehidupan di Wilayah Perbatasan Tak Seindah Pos Perbatasan

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

ARTIKEL TERFAVORIT

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

FAVORIT LAINNYA

Indonesia Salary Range Report 2026: Gaji Naik Pelan, Tantangan Makin Kencang

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Rencana Investasi Bisa Ambyar Jumpai Tanah Bersertifikat Ganda

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Dari Layar Ke Luka; Ketika Kekerasan Digital Menghantam Perempuan di Pulau-Pulau Terpencil

Klitih, Kota Budaya, dan Stigma terhadap Anak Muda

Menghidupkan Ingatan Kota Lewat Pasar-Pasar Legendaris Surabaya

Tim Medis Perempuan Mencetak Sejarah di Piala Dunia

Kesehatan Mental di Negeri Religius