Luar Jawa Yang Hampir Terkikis Di Pentas Bola Voli Nasional

Skor akhir menunjukkan angka 13-15 di babak kelima partai final bola voli putri di ajang Asia Volleyball Confederation (AVC) Challenge 2023 yang berlangsung di GOR Tri Dharma Gresik untuk keunggulan tim bola voli putri Vietnam, Minggu, 25 Juni 2023. Sorak penonton terus menggema. Tim bola voli putri Indonesia pun harus mengakui keunggulan Vietnam dengan cara dramatis. Jika saja set kelima ini dimenangkan tim nasional Indonesia, maka dapat dipastikan Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan melenggang ke turnamen jenjang menengah selanjutnya, FIVB Challenger Cup yang akan berlangsung tanggal 27-30 Juli di Prancis.

Ilustrasi pertandingan bola voli

Turnamen di Prancis ini satu jenjang menuju pentas kelas dunia, Volleyball Nations League (VNL). Pemenang di FIVB Challenger ini nantinya akan menggantikan negara yang terdegradasi di kejuaraan VNL. Tim nasional putri Thailand dengan setter andalannya Guedpard Pornpun saat ini menjadi satu-satunya tim nasional bola voli putri dari Asia Tenggara yang bertanding di VNL.

Lain lagi ceritanya dengan tim nasional bola voli putra. Indonesia baru akan ikut serta pada AVC Challenge yang akan dilangsungkan pada 8-15 Juli 2023 nanti di Taiwan. Beberapa pemain kondang yang menjadi favorit pecinta bola voli di Tanah Air sudah didaftarkan, seperti Rivan Nurmulki (Jawa Timur), Farhan Halim (Jawa Barat), Fahri S Putratama (DI Yogyakarta) dan lain-lain. Pecinta bola voli di Tanah Air tentu masih ingat perjuangan mempertahankan medali emas tim nasional bola voli putra di Kamboja saat mengalahkan tuan rumah. Service ace Farhan Halim berkali-kali memporak-porandakan kubu lawan. Gaya service-nya membuat terperangah para pendukung lawan, termasuk seorang ball boy yang melongo lama menyaksikan Farhan Halim sedang bersiap melancarkan service ace-nya, seperti tertayang di siaran langsung di sebuah aplikasi siaran langsung dari SEA Games Kamboja 2023.

Walaupun belum sampai ke pentas dunia, prestasi tim nasional bola voli baik putra maupun putri Indonesia layaklah dibanggakan. Namun di balik sedikit menggeliatnya prestasi tim bola voli putra dan putri Indonesia di kancah internasional itu, ternyata ada sebaris tanya dan selidik mengenai siapa saja pemain yang menghuni skuad tim. Selidik bukan sembarang selidik tentunya mengingat komposisi tim yang mencerminkan Keindonesiaan selalu menarik untuk dipantau. Mereka cerminan Indonesia. Terasa sedikit saja menyisakan keanehan manakala melihat jajaran penghuni tim nasional bola voli ini yang ternyata hanya didominasi para atlet dari Pulau Jawa. Sepertinya pemangku kepentingan perlu sedikit menoleh ke belakang melihat komposisi daftar pemain ini, meskipun secara prestasi cukup membanggakan. Pembinaan dan kompetisi seperti apa yang berlangsung di luar Jawa? Tentunya para pengurus dan pembina bola voli di seluruh Indonesia memiliki jawaban masing-masing.

Berikut daftar atlit bola voli putri dan asal provinsi yang dipanggil untuk memperkuat Indonesia di AVC Challenge Cup 2023 lalu, yaitu Wilda Siti Nurfadhilah, Tisya Amalia Putri, Yolla Yuliana, Myrasuci Indriani, Ratri Wulandari, Agustin Wulandari, dan Aulia Suci Nurfadila (Jawa Barat), Megawati Hangestri, Hany Budiarti, Arneta Putri Amelian, Mediol Yoku, Yulis Indahyani, Dhea Cahya Pitaloka, dan Ajeng Viona Adelea (Jawa Timur), Dita Azizah dan Nandita Ayu Salsabila (DKI Jakarta). Sementara untuk pemain tim nasional bola voli putra yang akan diberangkatkan ke Taiwan antara lain Dio Zulfikri dan M Malizi (DKI Jakarta), Fahri S Putratama (DI Yogyakarta), Boy Arnez, Hendra Kurniawan, Farhan Halim, Irpan, dan Cep Indra Agustin (Jawa Barat), Doni Haryono (Jawa Tengah), Nizar Julfikar, Fahreza R Abhinaya, Hernanda Zulfi, Rivan Nurmulki, dan Agil Angga Anggara (Jawa Timur).

Publik tanah air tentu masih terus merindukan penerus bakat-bakat terpendam pemain bola voli berdarah luar Jawa seperti Paulus Waterpauw, Loudry Maspaitella, Pascal Wilmar, Dennis Taroreh, Luciana Taroreh, Pius Janwarin, Ayip Rizal dan lain-lain di pentas bola voli Tanah Air.

MN

Baca Juga

Komentar

Buku Baru: Panduan Praktis Penelitian Sosial-Humaniora

Berpeluh Berselaras; Buddhis-Muslim Meniti Harmoni

Verity or Illusion?: Interfaith Dialogue Between Christian and Muslim in the Philippines

IKLAN ANDA

IKLAN ANDA

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis.Isi tulisan merupakan tanggung jawab penulis.