Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

[ENGLISH] The Secret Behind China's Progress

Gambar
His short name is Wang. The comrade, who is often seen bare-chested when he is in his room in a student dormitory complex at a big campus in Malaysia, is very proud of the running of his country's political and government system which is based on communism. The problem is not former Soviet Union or North Korean communism which is said to have occurred in his country. In contrast, in current China communism pursues capital and increases levels of prosperity colossally. A Chinese temple in Purwokerto, Indonesia (melipirnews.com) It is clear that the command applies singly and centrally. At every level of government area from village to national there is a commander and command following the central command. However, it is not a story of misfortune like the North Korean people as a result of the implementation of communism. In his opinion, it seemed like there was no more horror about communism. His story about progress in his country regarding economic development, political stabili...

Rahasia Di Balik Kemajuan China

Gambar
Nama pendeknya Wang. Kamerad yang sering terlihat hanya telanjang dada kala berada di kamarnya di sebuah komplek asrama mahasiswa di Malaysia ini amat membanggakan berjalannya sistem politik dan pemerintahan negaranya yang berdasarkan paham komunisme . Persoalannya bukan komunisme a la Soviet atau Korea Utara yang diceritakan terjadi di negerinya. Sebaliknya, komunisme yang mengejar kapital dan meratakan kemakmuran secara kolosal. Baca juga:   Komunitas Agama Global Beserta Pantangan Makanan dan Minumannya Ilustasi kebijakan satu anak di China (depositphoto.com)

[ENGLISH] Being Thrilled by Real Pluralism Chapter at Stesen Bas Nilai, Malaysia

Gambar
Suddenly someone who had been walking back and forth carrying a stick and wearing a turban asked what time it was.  After that, asked again where you were going. After getting the answer, he rushed to swing his steps towards the bus which was stopping in a lane to wait for departure time. Not long after, the man who was old enough reappeared and said that the bus was going to Seremban, not to KLIA airport. At the end of the conversation, the man, who was easily identified as of South Asian descent and a Sikh man, offered coffee candy that was taken out of his pocket and it turned out that the coffee candy was very familiar because it was made in Indonesia; Kopiko. Stesen Bas Nilai, Negeri Sembilan (www.klia2.info) Afternoon time at the bus terminal Nilai in mid-June 2024 was very busy. Looking around the place, the people in this station area were not much different from the man who had offered the candy, namely people of South Asian descent. They chatted to one another. Probably, ...

Terkesima Kemajemukan di Stesen Bas Nilai

Gambar
Siang di terminal bis (stesen bus) Nilai medio Juni 2024 itu begitu ramai. Jika dilihat-lihat, orang-orang yang berada di area stesen ini tidak jauh berbeda dengan pria yang menawarkan permen tadi, yakni orang-orang keturunan Asia Selatan Tiba-tiba seorang laki-laki yang sejak tadi berjalan mondar-mandir sambil membawa tongkat dan mengenakan turban itu bertanya jam berapa. Setelah itu bertanya lagi hendak ke mana. Usai mendapatkan jawaban, ia bergegas mengayunkan langkahnya mendekati bis yang sedang berhenti di sebuah lajur untuk menunggu jam pemberangkatan. Sosoknya pun menghilang.  Baca juga:   Mengintip Kolej Pelajar di Malaysia Tidak lama kemudian, pria yang sudah cukup berumur itu muncul kembali dan menghampiri sembari mengatakan kalau bus itu hendak ke Seremban, bukan ke airport KLIA. Di akhir percakapan itu, lelaki yang mudah diidentifikasi sebagai keturunan Asia Selatan dan penganut Sikh itu menawarkan permen kopi yang dikeluarkan dari sakunya dan ternyata permen kopi ...

[ENGLISH] Blue Samurai Wins Inter-university Football in Asia

Gambar
It was Saturday afternoon. Watching the afternoon's football game wasn't boring during all the game.  Not even for a second did the audience's eyes turn to another point of view. All eyes were on the green grass and where the ball was headed. Almost no time for the ball itself to rest. It followed the step and run of the players in what seemed pink uniforms on one side and blue uniforms on another side everywhere. It's really a match that attracts attention and was a really enjoyable match to watch. Singing National anthem of both countries (melipirnews.com) Yes, the afternoon of Saturday, June 8, 2024, is the final match of the 2024 Asian University Football Tournament (AUFT) which was held at the UKM Stadium, Selangor, Malaysia . This year Malaysia is hosting country. There are not many Asian countries that send teams, namely hosts Malaysia, the Philippines , Vietnam , Thailand , Taiwan , Oman , South Korea and Japan . They are divided into two groups. The tournamen...

Negeri Samurai Biru Juarai Sepak Bola Antaruniversitas se-Asia

Gambar
Pertandingan sepakbola sore itu sama sekali tidak membosankan. Tidak sedetikpun mata penonton menoleh ke sudut pandang yang lain. Semua pandangan tertuju pada lapangan hijau dan ke mana bola berarah. Hampir tidak sempat pula bola demi bola itu istirahat. Ia mengikuti derap dan sepakan kaki para pemain yang berseragam merah muda dan biru itu kemanapun. Betul-betul pertandingan yang menyedot perhatian dan memang sangat enak ditonton. Baca juga: [ENGLISH] Blue Samurai Wins Inter-university Football in Asia Ya, sore hari Sabtu tanggal 8 Juni 2024 itu merupakan pertandingan final Asian University Football Tournament (AUFT) 2024 yang digelar di Stadium UKM, Selangor, Malaysia . Tahun ini Malaysia menjadi tuan rumah. Negara Asia yang mengirimkan timnya tidak banyak, yakni tuan rumah Malaysia, Filipina , Vietnam , Thailand , Taiwan , Oman , Korea Selatan dan Jepang . Mereka dibagi dalam dua grup. Turnamen dimulai dari tanggal 1 Juni dan diakhiri partai final sore itu. Tim Jepang dan Korea S...

Peluang dan Tantangan Menggarap Asrama Mahasiswa di Indonesia

Gambar
Tradisi hidup meng-asrama yang menyatu dengan iklim akademik itu malah terbangun lewat jalur independen seperti pendirian pesantren, seminari, maupun sekolah-sekolah bercirikan keagamaan lainnya Bayangkan jika kampus-kampus di Indonesia memiliki asrama-asrama mahasiswa dan dikelola dengan manajemen yang terpusat. Bukan saja akan menambah pundi-pundi keuntungan kampus, melainkan juga akan mempermudah mahasiswanya untuk menemukan atmosfer akademik yang baik karena jarak penginapan, ruang kuliah, serta perpustakaan sedemikian dekat. Selain hanya dengan berjalan kaki, mobilitas mahasiswa menuju antarasrama maupun tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tempat berolahraga, penyaluran hobi serta juga menjangkau sarana ibadah, begitu mudah karena ditopang juga dengan adanya transportasi umum yang gratis.   Salah satu kolej (asrama mahasiswa) di Universiti Kebangsaan Malaysia Pemandangan seperti ini dapat dilihat di kolej-kolej atau asrama di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Terdapat 13...

ARTIKEL FAVORIT PEMBACA

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Rudy Chen Kenalkan Kemakmuran Muslim Shadian di Tiongkok

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

H.A. Mudzakir, Santri dan Seniman Langka yang Pernah Dimiliki Jepara

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.